Skip to main content

Malang Trend

Transjatim “Kanjuruhan” Gaspol, Gondanglegi Jadi Jalur Baru Mobilitas Malang Raya

Transjatim “Kanjuruhan” Gaspol, Gondanglegi Jadi Jalur Baru Mobilitas Malang Raya

MALANGTREND.ID – Transportasi publik Malang Raya bakal makin connect! Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) resmi menetapkan rute Gondanglegi sebagai jalur utama Transjatim Koridor II Malang Raya.

Koridor anyar ini bakal menghubungkan Terminal Hamid Rusdi Kota Malang menuju Terminal Talangagung Kabupaten Malang, dengan melewati kawasan strategis seperti Bululawang dan Gondanglegi.

Kepastian rute tersebut disampaikan setelah tim gabungan Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang melakukan survei titik halte pada Senin (27/7). Mereka menyisir jalur mulai dari Terminal Hamid Rusdi – Bululawang – Gondanglegi hingga Terminal Talangagung.

“Sudah kami fix-kan, kalau Gondanglegi bagian daripada jalur Transjatim,” ujar Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, saat ditemui di sela kegiatan survei.

Dalam survei tersebut, petugas melakukan pemetaan lokasi halte sekaligus pemasangan rencana titik rambu-rambu di sepanjang jalur Koridor II Transjatim.

“Mulai dari Terminal Hamid Rusdi, Bululawang, Gondanglegi, sampai ke Terminal Talangagung. Rencana sekitar 40 titik halte,” kata Rofiq.

Cari Titik yang Paling Dibutuhkan Warga
Penentuan lokasi halte tidak dilakukan asal pilih. Dishub Jatim memprioritaskan kawasan yang punya aktivitas tinggi dan berpotensi banyak digunakan masyarakat.

Beberapa titik yang menjadi perhatian seperti kawasan sekolah, pondok pesantren, pasar, hingga persimpangan desa yang menjadi akses warga menuju pusat kota maupun wilayah lain.

“Tidak ada patokan jarak antara halte satu ke halte lainnya. Yang penting ada potensi demand masyarakat untuk melakukan perjalanan,” jelas Rofiq.

Menurutnya, keputusan memilih jalur Gondanglegi juga mempertimbangkan kebutuhan transportasi masyarakat. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi penumpang cukup besar, tetapi masih minim pilihan angkutan umum.

“Transjatim ini kan angkutan BTS (Buy The Service). Jadi bus ini nanti ada atau tidak ada penumpang, tetap jalan. Nah, di situ kan ada kepastian layanan. Kalau sudah ada kepastian layanan, otomatis masyarakat sangat terbantu dengan keberadaan Transjatim nantinya,” urai Rofiq.

Launching Oktober 2026, Bawa Nama Kanjuruhan
Transjatim Koridor II Malang Raya dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 mendatang. Armada yang disiapkan sebanyak 14 unit bus utama dan satu unit cadangan.

Menariknya, jika Koridor I Transjatim Malang Raya identik dengan nama “Gajayana”, koridor kedua ini bakal mengusung nama yang lekat dengan sejarah Kabupaten Malang, yakni “Kanjuruhan”.

Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan sejarah besar Malang Raya.

Setelah proses survei awal selesai, Dishub Jatim masih akan melakukan evaluasi final terkait posisi halte.

“Setelah survei titik ini kami akan evaluasi. Misalkan di depan balai desa, ada yang minta titik halte digeser. Nanti satu minggu itu baru kami evaluasi,” tambah Rofiq.

Dengan hadirnya Transjatim Koridor II “Kanjuruhan”, mobilitas warga Malang Raya diproyeksikan semakin mudah, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi publik yang nyaman, terjadwal, dan lebih reliable. (den/bua)