Skip to main content

Malang Trend

Kurang Tidur Bikin Berat Badan Naik? Ini Fakta dari Studi Terbaru

Kurang Tidur Bikin Berat Badan Naik? Ini Fakta dari Studi Terbaru

MALANGTREND.ID – Buat kamu yang sering begadang karena kerjaan, tugas, atau sekadar scroll TikTok sampai lupa waktu, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Kebiasaan tidur kurang ternyata bisa punya efek ke berat badan.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan bahwa mengurangi waktu tidur sekitar 90 menit setiap malam selama enam minggu bisa membuat berat badan naik rata-rata sekitar 1 pon atau kurang lebih 0,45 kilogram.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Columbia University Irving Medical Center ini melibatkan 95 orang dewasa yang memiliki risiko penyakit jantung maupun gangguan metabolik. Para peneliti membandingkan kondisi peserta saat mendapatkan waktu tidur cukup dengan kondisi ketika durasi tidur mereka dikurangi secara konsisten.

Hasilnya cukup menarik. Saat memasuki fase kurang tidur, para peserta mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar 1 pon dan lingkar pinggang mereka juga sedikit bertambah. Selain itu, mereka lebih banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk, meski aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat tidak mengalami perubahan signifikan.

Namun, penelitian ini belum menemukan perubahan besar pada komposisi tubuh, baik massa lemak maupun massa otot. Para peneliti juga belum bisa memastikan penyebab pasti kenaikan berat badan karena jumlah asupan makanan peserta tidak dicatat secara detail.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (OB-GYN) asal Ohio, Dr. Somi Javaid, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menyebut tidur punya peran besar dalam menjaga sistem metabolisme tubuh tetap balance.

Menurutnya, kebiasaan kurang tidur dalam jangka panjang dapat membuat tubuh lebih sulit mengatur berat badan.

“Kurang tidur kronis bukan sekadar kebiasaan gaya hidup. Kita perlu memperlakukan tidur sebagai tanda vital kesehatan,” ujar Javaid.

Ia juga menjelaskan bahwa tidur kini masuk dalam daftar Life’s Essential 8 dari American Heart Association, yaitu delapan faktor utama untuk menjaga kesehatan jantung.

Karena itu, orang dewasa disarankan memiliki waktu tidur ideal sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Jadi, selain menjaga pola makan dan olahraga, kualitas tidur juga perlu masuk dalam daftar self-care harian.

Buat Gen Z yang sering bilang “tidur nanti aja”, mungkin sudah waktunya rethink. Karena ternyata waktu rebahan bukan cuma soal recharge energi, tapi juga investasi buat kesehatan tubuh ke depan. (ntr/bua)