Skip to main content

Malang Trend

Plot Twist di Injury Time! Arema FC Dipaksa Gagal ke Final oleh Persebaya

Plot Twist di Injury Time! Arema FC Dipaksa Gagal ke Final oleh Persebaya

MALANGTREND.ID – Mimpi Arema FC meraih gelar kelima Piala Presiden harus tertunda. Singo Edan dipastikan gagal melaju ke partai final setelah takluk 0-1 dari rival abadinya, Persebaya Surabaya, pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8) malam.

Satu-satunya gol dalam laga bertajuk Derbi Jatim itu dicetak Yuran Fernandes pada masa injury time babak pertama. Gol di menit 45+6 menjadi pembeda sekaligus mengubur harapan Arema FC untuk kembali tampil di final.

Persebaya Lebih Agresif Sejak Menit Awal

Persebaya langsung tampil menekan sejak peluit kick-off dibunyikan. Tim asuhan Bernardo Tavares mengandalkan kecepatan pemain sayap untuk membongkar pertahanan Singo Edan.

Peluang pertama datang pada menit ketiga melalui Diogo Ramalho, namun bola masih melebar tipis dari gawang Arema. Lima menit berselang, Yann Mabella juga mendapat kesempatan, tetapi sepakannya belum mampu membahayakan gawang yang dikawal Adi Satryo.

Meski kalah dalam penguasaan bola, Arema FC tampil disiplin dan sesekali mengancam lewat skema serangan balik cepat.

Gol Johan Farizi Dianulir VAR

Arema FC sebenarnya sempat membuat pendukungnya bersorak pada menit ke-19 lewat sontekan Johan Farizi. Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama setelah wasit menganulir gol karena posisi offside.

Memasuki pertengahan babak pertama, permainan Singo Edan mulai berkembang. Joel Vinicius dan kolega beberapa kali mampu menekan lini belakang Persebaya melalui transisi cepat.

Drama kembali terjadi pada menit ke-38 ketika Matheus Blade sempat diganjar kartu merah usai melanggar Miguel Pareira. Namun setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), wasit Candra membatalkan kartu merah dan menggantinya dengan kartu kuning.

Peluang emas Arema hadir pada menit ke-43. Tendangan keras Careca hasil umpan Gabi memaksa Ernando Ari melakukan penyelamatan gemilang.

Ketika babak pertama tampak akan berakhir tanpa gol, Persebaya justru memecah kebuntuan.

Berawal dari sepak pojok Bruno Rivera, Yuran Fernandes yang berdiri tanpa kawalan berhasil menanduk bola ke sudut kiri bawah gawang Arema. Adi Satryo tak mampu menjangkau bola dan Persebaya menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Kartu Merah Diego Landis Ubah Jalannya Laga

Memasuki babak kedua, Arema FC tampil lebih menyerang dengan memanfaatkan umpan panjang dan serangan dari sisi sayap demi mengejar ketertinggalan.

Namun Persebaya tetap berani bermain terbuka sehingga mampu meredam tekanan Singo Edan.

Situasi semakin sulit bagi Arema setelah Diego Landis menerima kartu kuning kedua karena menghentikan lawan sebagai pemain terakhir. Bermain dengan 10 orang membuat permainan Singo Edan kehilangan keseimbangan.

Pelatih Marcos Santos kemudian menarik keluar Joel Vinicius dan memasukkan Marcos Vinicius. Sayangnya, perubahan tersebut belum mampu mengubah jalannya pertandingan.

Meski wasit memberikan tambahan waktu hingga lebih dari sembilan menit, Arema FC tetap gagal mencetak gol penyeimbang.

Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan Persebaya Surabaya 1-0 sekaligus mengantarkan Bajul Ijo melaju ke final menghadapi Persib Bandung.

Arema FC Masih Punya Kesempatan Raih Juara Ketiga

Kekalahan ini membuat Arema FC harus mengalihkan fokus ke perebutan peringkat ketiga menghadapi Persija Jakarta.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8).

Meski gagal mencapai final, hasil di Piala Presiden 2026 dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan tim sebelum bergulirnya kompetisi resmi musim 2026/2027.

Sebelumnya, CEO Arema FC Iwan Budianto telah mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menilai performa tim karena turnamen ini memang difokuskan sebagai ajang persiapan.

“Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal juga sudah disampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Manajemen Arema FC berharap seluruh hasil selama turnamen bisa menjadi bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih solid saat mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. (rex/bua)