Skip to main content

Malang Trend

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Asusila di Sungai Brantas Malang, Pelakunya Bukan Warga Sekitar

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Asusila di Sungai Brantas Malang, Pelakunya Bukan Warga Sekitar

MALANGTREND.ID – Polisi mengungkap fakta terbaru terkait video aksi asusila sesama jenis yang terjadi di area pemandian umum Sungai Brantas, penghubung Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, dengan Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Video tersebut sempat viral di media sosial setelah aksi dua pria di lokasi itu direkam oleh warga yang kebetulan melintas. Mengetahui aksinya diketahui orang lain, keduanya langsung meninggalkan lokasi.

Kapolsek Tajinan, AKP Alex Andri Wijaya, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan kedua pria dalam video tersebut memiliki usia yang berbeda. Keduanya juga dipastikan bukan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Pelaku tua dan muda bukan warga sekitar,” ujar AKP Alex saat ditemui Malang Posco Media di Mapolres Malang, Jumat (7/8).

Polsek Tajinan telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan. Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan warga di sekitar lokasi, hingga menggali informasi dari RT, RW, serta perangkat desa setempat.

Lokasi kejadian sendiri sebenarnya merupakan area pemandian umum yang masih digunakan warga. Namun, kawasan tersebut juga dikenal memiliki kesan mistis dan cukup sering didatangi orang dari luar daerah.

Alex bahkan mengungkapkan, kejadian serupa disebut pernah terjadi beberapa bulan sebelumnya.

“Sekitar lima bulan yang lalu juga pernah ada berhubungan sesama jenis di sana, tapi bukan warga sekitar. Tahu-tahu berhenti di jembatan dan langsung turun ke bawah,” beber Alex.

Meski sempat menjadi lokasi kejadian asusila, area pemandian tersebut hingga kini masih tetap dibuka untuk masyarakat. Polisi kemudian meminta warga dan perangkat desa meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang terlihat mencurigakan.

“Kalau ada orang luar mau ke bawah ditegur. Biasanya kalau orang mancing menitip motornya di atas,” tambah Alex.

Video Sudah Disita Polisi

Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah mengamankan rekaman video yang sempat beredar di media sosial sebagai barang bukti.

Namun, upaya mengidentifikasi kedua pelaku masih menemui kendala. Salah satunya karena kualitas rekaman yang diambil dari jarak cukup jauh sehingga wajah maupun detail kendaraan tidak terlihat jelas.

“Rekaman video sudah kami jadikan barang bukti. Namun karena rekaman dari jarak jauh, sehingga hasilnya tidak jelas. Plat nomor kendaraan Vario juga tidak ada, serta tidak ada CCTV di sekitar lokasi,” ungkap AKP Alex.

Polisi hingga kini masih mengandalkan informasi dari masyarakat dan hasil penyelidikan lapangan untuk mengungkap identitas kedua pria tersebut. (den/bua)