EDUKASI: Karyawan Jawa Timur Park 2 turun langsung menggelar aksi nyata dengan interaksi dan edukasi siswa-siswi di SMAN 1 Batu terkait satwa endemic, Jumat (7/8) lalu.
MALANGTREND.ID – Edukasi soal konservasi satwa kini dibuat makin seru dan jauh dari kata membosankan. Dalam rangka Action Indonesia Day 2026, Jawa Timur Park 2 (JTP 2) menggelar kampanye bertajuk “Satwa Merdeka, Nusantara Terjaga” dengan membawa langsung satwa edukasi ke SMAN 1 Batu.
Mengusung semangat “Satu Aksi Sejuta Makna untuk Satwa Indonesia”, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan konservasi yang digagas Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) bersama konsorsium internasional Global Species Management Plan (GSMP).
Suasana sekolah pun mendadak lebih hidup. Para siswa nggak cuma mendengarkan materi di kelas, tapi juga bisa berinteraksi langsung dengan satwa edukasi seperti iguana dan musang.
Lewat metode belajar yang interaktif, siswa diajak mengenal karakter unik setiap satwa, memahami habitat alaminya, hingga mengetahui ancaman nyata yang membuat banyak satwa liar Indonesia kini terancam punah.
General Manager Jawa Timur Park 2, Agus Mulyanto, mengatakan generasi muda punya peran penting dalam menjaga masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.
“Melalui kampanye Satwa Merdeka, Nusantara Terjaga, kami ingin memboyong semangat Action Indonesia Day langsung ke jantung masyarakat, terutama Gen-Z. Edukasi tatap muka seperti ini adalah cara paling ampuh untuk memantik empati dan rasa kepemilikan mereka terhadap satwa endemik Indonesia,” tegas Agus.
Belajar Konservasi, Tapi Nggak Bikin Bosan
Program ini mendapat sambutan positif dari pihak SMAN 1 Batu. Kepala sekolah, Anto Dwi Cahyono, menilai cara belajar seperti ini jauh lebih efektif karena siswa bisa merasakan pengalaman secara langsung.
“Ini adalah metode belajar yang luar biasa. Siswa tidak lagi terkungkung oleh dinding kelas dan buku teks, tetapi diajak mengalami dan mencintai alam secara langsung. Terima kasih kepada JTP 2 atas kontribusinya membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan,” ungkap Anto.
Ia berharap kolaborasi edukasi seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin di masa mendatang.
Ada Challenge Bareng Satwa, Biar Konservasi Makin Viral
Keseruan Action Indonesia Day juga berlangsung di kawasan Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Pengunjung diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, salah satunya Pass the Snoot Challenge, tren konten kreatif yang mengajak pengunjung berfoto bersama satwa prioritas konservasi seperti babirusa dan harimau Sumatera, lalu membagikannya di media sosial sebagai bentuk kampanye pelestarian satwa.
“Beberapa di antaranya ada Pass the Snoot Challenge, yakni tren konten kreatif di media sosial yang mengajak pengunjung berfoto seru bersama satwa-satwa prioritas GSMP (seperti Babirusa dan Harimau Sumatera) demi menyebarkan pesan konservasi ke jejaring digital,” jelas Agus.
Selain itu, Museum Satwa juga menggelar Lomba Mewarnai Satwa Indonesia untuk mengenalkan pentingnya menjaga satwa endemik kepada anak-anak dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan.
Sebagai informasi, Action Indonesia Day merupakan gerakan konservasi internasional yang berfokus pada perlindungan empat satwa prioritas Indonesia yang terancam punah, yakni anoa, banteng, babirusa, dan harimau Sumatera. Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi dunia seperti IUCN SSC, AZA, EAZA, serta Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (eri/bua)





