Ilustrasi – Makanan pedas. Shutterstock/Antara
MALANGTREND.ID – Buat pencinta sambal, seblak, ayam geprek, atau makanan super pedas, pasti pernah dengar anggapan kalau makanan pedas bisa membantu membakar kalori. Tapi, benarkah begitu?
Jawabannya iya, tapi nggak sesimpel yang dibayangkan.
Rasa pedas pada cabai berasal dari senyawa bernama capsaicin. Senyawa inilah yang banyak diteliti karena punya efek terhadap metabolisme tubuh. Meski begitu, efeknya ternyata relatif kecil dan bukan solusi instan buat menurunkan berat badan.
Cabai Memang Bisa Bikin Tubuh Membakar Lebih Banyak Energi
Saat mengonsumsi makanan pedas, tubuh akan mengalami proses yang disebut thermogenesis, yaitu produksi panas. Proses ini membuat tubuh menggunakan sedikit lebih banyak energi dibanding biasanya.
Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan pada 2021 menemukan bahwa capsaicinoid dan capsinoid dapat meningkatkan resting metabolic rate atau energi yang dibakar tubuh saat beristirahat.
Namun, peningkatannya hanya sekitar 34 kilokalori per hari dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi capsaicin.
Artinya, makan makanan pedas memang bisa meningkatkan pembakaran energi, tetapi jumlahnya tidak terlalu besar.
Bisa Bantu Menekan Nafsu Makan
Selain meningkatkan metabolisme, capsaicin juga diduga berpengaruh terhadap rasa kenyang.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi capsaicin sebelum makan bisa membuat seseorang makan lebih sedikit. Dalam sebuah meta-analisis, rata-rata penurunan asupan energi mencapai sekitar 74 kilokalori dalam satu kali makan.
Meski begitu, hasil penelitian masih cukup bervariasi sehingga manfaat ini belum bisa berlaku sama untuk semua orang.
Dengan kata lain, sebagian orang mungkin merasa lebih cepat kenyang setelah makan pedas, tetapi sebagian lainnya belum tentu mengalami hal yang sama.
Semakin Pedas Bukan Berarti Semakin Banyak Kalori Terbakar
Nah, ini yang sering bikin salah paham.
Banyak orang mengira semakin pedas makanan, semakin banyak pula kalori yang terbakar. Faktanya, tidak demikian.
Efek capsaicin dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari jumlah cabai yang dikonsumsi, jenis makanan, hingga kondisi metabolisme masing-masing orang.
Bahkan penelitian terbaru yang diterbitkan pada 2026 menunjukkan bahwa efek capsaicin terhadap peningkatan pengeluaran energi dalam jangka panjang masih tergolong kecil.
Penelitian tersebut justru menemukan bukti yang lebih konsisten bahwa capsaicin membantu oksidasi lemak, bukan membakar kalori dalam jumlah besar.
Jangan Lupa Lihat Isi Sepiringnya
Kalau tujuanmu menjaga berat badan, jangan hanya fokus pada rasa pedasnya.
Sambal segar tentu berbeda dengan makanan pedas yang dimasak menggunakan banyak minyak, mentega, atau gula.
Misalnya, ayam geprek dengan sambal melimpah tetapi digoreng menggunakan banyak minyak tetap bisa mengandung kalori yang tinggi.
Karena itu, komposisi makanan secara keseluruhan jauh lebih penting dibanding sekadar tingkat kepedasannya.
Hal yang sama juga dijelaskan oleh Mayo Clinic, yang menyebut manfaat capsaicin memang ada, tetapi tetap harus dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
Jadi, Makan Pedas Bisa Bakar Kalori?
Bisa, tapi efeknya kecil.
Capsaicin memang dapat membantu meningkatkan thermogenesis, pembakaran energi, dan oksidasi lemak dalam tingkat tertentu. Selain itu, pada sebagian orang, makanan pedas juga bisa membantu mengurangi porsi makan karena memberikan rasa kenyang lebih cepat.
Namun, cabai bukan jalan pintas untuk menurunkan berat badan.
Kalau ingin berat badan lebih terkontrol, kuncinya tetap sama: pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan gaya hidup sehat.
Jadi, kalau kamu memang doyan pedas, silakan dinikmati. Tapi jangan sengaja menambah level pedas dengan harapan kalori langsung ludes terbakar.
Karena pada akhirnya, sensasi “kepanasan” di mulut memang terasa luar biasa, tapi kalori yang benar-benar terbakar nggak sebesar rasa pedasnya. (ntr/bua)





