Skip to main content

Malang Trend

Duka dari Negeri Sakura, Pekerja Migran Asal Malang Meninggal di Jepang

TUNGGU KABAR:  Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang Tri Darmawan S menunjukkan foto Erik Prawiro Tenaga Kerja Indonesia asal Dampit yang meninggal dunia di Hokaido, Jepang.

MALANGTREND.ID – Kabar duka datang dari dunia pekerja migran Indonesia. Erik Prawiro (32), warga Dusun Crabaan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, meninggal dunia saat bekerja di Hokkaido, Jepang. Saat ini, jenazahnya telah berada di Tokyo untuk menjalani proses administrasi sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Kepala Bidang Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Tri Darmawan S, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, Disnaker menerima kabar meninggalnya Erik pada Senin (24/8) malam.

“Pukul 19.30 WIB kami mendapat informasi dari rekan kami di Disnaker Kota Malang. Selanjutnya kami mencari informasi,” ujar Tri, Rabu (26/8).

Setelah menerima informasi awal, Disnaker Kabupaten Malang langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang. Hasilnya, pihak KBRI memastikan bahwa Erik memang telah meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang diterima, Erik diketahui meninggal pada Kamis (20/8). Kabar tersebut kemudian diteruskan kepada lembaga pelatihan bahasa Jepang (LPMK) tempat Erik pernah belajar sebelum berangkat bekerja ke Jepang sekitar 2,5 tahun lalu melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) atau program Government to Government (G to G) Indonesia–Jepang.

“Jadi informasi yang kami terima, Erik meninggal hari Kamis. Kemudian dilaporkan ke LPMK tempat yang bersangkutan belajar bahasa Jepang,” jelas Tri.

Setelah memastikan kabar tersebut, Disnaker Kabupaten Malang segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sumbersuko agar informasi bisa disampaikan kepada keluarga korban.

“Setelah dapat kabar, kami pun koordinasi dengan Kepala Desa Sumbersuko, Dampit, untuk memberitahu keluarga Erik,” katanya.

Tri menuturkan, berdasarkan informasi dari rekan-rekan Erik di Jepang, kondisi korban sebelumnya dalam keadaan sehat. Namun, beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, Erik sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Pada 16 Agustus 2026, Erik masih sempat berwisata bersama teman-temannya. Saat itu, ia mulai mengeluh sakit. Meski demikian, Erik masih bekerja pada 17 dan 18 Agustus. Namun pada 19 hingga 20 Agustus, ia tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi.

Merasa khawatir, rekan-rekannya mendatangi kamar kos Erik. Saat diperiksa pada Kamis (20/8), Erik ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Ditemukan hari Kamis (20/8) lalu korban telah tidak bernyawa. Kemungkinan Erik meninggal lebih dari satu hari saat tubuhnya ditemukan,” imbuhnya.

Saat ini, jenazah Erik berada di Tokyo untuk menjalani proses administrasi sekaligus persiapan pemulangan ke Indonesia.

Disnaker Kabupaten Malang menyatakan terus memantau perkembangan proses tersebut dan berharap seluruh tahapan berjalan lancar sehingga jenazah Erik dapat segera dipulangkan ke kampung halamannya di Dampit.

“Saat ini kami menunggu. Sekaligus terus memantau perkembangan. Harapan kami pemulangan jenazah Erik berjalan lancar dan segera sampai di Malang,” pungkas Tri. (ira/bua)