Skip to main content

Malang Trend

Musim Kemarau Makin Nyesek, Ribuan Warga Kabupaten Malang Antre Air Bersih

Musim Kemarau Makin Nyesek, Ribuan Warga Kabupaten Malang Antre Air Bersih
Anggota Polsek Bantur melakukan penyaluran air di di Dusun Sumberagung, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Rabu (9/9)

MALANGTREND.ID – Musim kemarau mulai terasa dampaknya di Kabupaten Malang. Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga kini, tercatat 12.876 jiwa atau sekitar 4.119 kepala keluarga (KK) di delapan desa terdampak krisis air.

Melihat kondisi tersebut, berbagai pihak bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Mulai dari BPBD Kabupaten Malang hingga Polres Malang terus melakukan distribusi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Salah satunya dilakukan Polsek Bantur yang menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada sekitar 40 KK di Dusun Sumberagung, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur.

Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada warga yang terdampak kekeringan.

“Polres Malang berupaya hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan kebutuhan warga, khususnya untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Budiono, distribusi air bersih tidak berhenti sampai di situ. Penyaluran akan terus dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

BPBD Drop Air Bersih Setiap Hari

Sementara itu, BPBD Kabupaten Malang juga terus mengirim bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, rata-rata 5.000 liter air bersih disalurkan setiap hari menggunakan tiga armada.

“Setiap hari kami melaksanakan pendistribusian air bersih ke daerah terdampak. Rata-rata 5.000 liter,” katanya.

Distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa. Air tidak dibagikan langsung ke rumah warga, melainkan ditampung di tandon yang telah disediakan agar masyarakat bisa mengambilnya secara bergantian.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah desa. Penyalurannya melalui tandon yang sudah disiapkan sehingga warga dapat mengambil air sesuai kebutuhan,” jelas Sadono.

BPBD juga menggandeng Perumda Tirta Kanjuruhan, Polres Malang, dan PMI Kabupaten Malang agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

“Harapannya, tidak ada warga yang mengalami kekurangan air,” tegasnya.

8 Desa Terdampak Kekeringan

Hingga saat ini, kekeringan tercatat melanda delapan desa di enam kecamatan, yaitu:

  • Desa Sumberagung, Sitiarjo, dan Kedungbanteng (Kecamatan Sumbermanjing Wetan)
  • Desa Sumberejo (Kecamatan Pagak)
  • Desa Tumpakrejo (Kecamatan Gedangan)
  • Desa Karangkates (Kecamatan Sumberpucung)
  • Serta dua desa lainnya yang masuk wilayah terdampak berdasarkan pendataan BPBD.

Sejak awal Agustus 2026, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan sekitar 53 ribu liter air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami krisis air.

“Saat ini ada delapan desa di enam kecamatan yang mengalami kekeringan, dengan total 4.119 KK atau 12.876 jiwa terdampak,” pungkas Sadono. (ira/bua)