Siswa baru Skariga menunjukkan fasilitas tablet belajar yang diberikan sekolah.
MALANGTREND.ID – Tahun ajaran baru di SMK PGRI 3 Malang (Skariga) terasa makin spesial. Sebanyak 987 siswa baru resmi menerima tablet pembelajaran dari sekolah sebagai penunjang proses belajar di era digital, Selasa (15/9).
Program yang sudah menjadi tradisi di Skariga ini membuat para siswa makin antusias menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM). Tablet tersebut akan digunakan untuk mengakses materi pelajaran, mengerjakan tugas, hingga mengikuti ujian secara digital.
Salah satu penerimanya, Roro Ayu Paristi Nindiana Eka Putri, siswi baru jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), mengaku senang sekaligus bersyukur mendapatkan fasilitas tersebut.
“Alhamdulillah senang sekali karena mendapat fasilitas yang menunjang belajar ke depannya. Efisiensi waktu juga terasa banget. Jadi ketika guru membagikan materi, tinggal di-share. Kita tidak perlu ribet mencatat di papan tulis atau didikte lagi, jadi bisa fokus memahami pelajaran,” ujar Roro.
Menurut lulusan SMP An-Nur 2 Bululawang itu, tablet juga sangat membantu kebutuhan belajar di jurusan DKV, terutama saat mencari referensi desain, tipografi, hingga inspirasi visual di internet.
“Di DKV kami perlu mencari inspirasi desain hingga tipografi. Adanya fasilitas ini memudahkan kami berburu referensi di internet,” tambahnya.
Bantu Siswa yang Belum Punya Laptop
Hal senada disampaikan Adhyasta Rasya Prasraya AlGibran, siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Lulusan MTs Darussa’adah Tumpang itu mengaku tablet sangat membantunya karena hingga kini belum memiliki laptop pribadi.
Rasya berencana memanfaatkan perangkat tersebut untuk mengerjakan berbagai tugas sekolah, mulai dari membuat presentasi hingga mempelajari materi jaringan komputer dan IP Address.
Digitalisasi Sudah Jalan Sejak 2013
Kepala Bidang TIK SMK PGRI 3 Malang, Yandri Nur Wibowo, S.T., menjelaskan pembagian tablet bukan program baru, melainkan bagian dari transformasi digital sekolah yang sudah berjalan sejak 2013.
“Digitalisasi di Skariga ini bukan hal baru,” tegas Yandri.
Tablet yang dibagikan tahun ini merupakan Advan dengan spesifikasi prosesor Octa-core, RAM 8 GB, dan memori internal 128 GB, sehingga mampu menjalankan berbagai aplikasi pembelajaran dengan lancar.
Belajar Paperless, Nilai Bisa Dipantau Real Time
Seluruh proses belajar hingga administrasi sekolah terhubung melalui portal Online Center School (OCS) yang menerapkan konsep paperless.
Lewat sistem ini, siswa bisa mengakses materi, mengerjakan tugas, sekaligus memantau perkembangan nilai pengetahuan, keterampilan, hingga sikap secara real time.
Tak hanya itu, sistem ujian digital juga dirancang untuk mengasah Higher Order Thinking Skills (HOTS) sekaligus meminimalkan peluang kecurangan.
Soal dan pilihan jawaban akan diacak secara otomatis di setiap perangkat.
“Ini menjadi sarana pembentukan karakter jujur dan bertanggung jawab,” pungkas Yandri.
Dengan pembagian tablet kepada hampir seribu siswa baru, Skariga kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di era digital. (imm/bua)





