Motif batik baru yang merepresentasikan keragaman wilayah, budaya, sejarah, dan identitas Kota Malang resmi diluncurkan dalam Festival Batik Kota Malang 2026, di Alun Alun Merdeka, Minggu (4/10)
MALANGTREND.ID – Kota Malang resmi punya motif batik baru yang bukan cuma estetik, tapi juga penuh makna. Motif bernama Sekar Jagad Panca Warna resmi diperkenalkan dalam Festival Batik Kota Malang 2026 yang digelar di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10).
Motif batik ini lahir dari kolaborasi 90 perajin batik yang berasal dari lima kecamatan di Kota Malang. Dalam proses pembuatannya, para pembatik juga menggandeng akademisi, sejarawan, hingga budayawan untuk memastikan setiap motif memiliki filosofi yang kuat.
Peluncuran Sekar Jagad Panca Warna dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Menurutnya, motif baru ini menjadi representasi kekayaan budaya, sejarah, hingga potensi yang dimiliki setiap wilayah di Kota Malang.
“Ini melambangkan warna-warna dan karakteristik di lima kecamatan di Kota Malang. Tadi sudah ditampilkan, kami lihat memang luar biasa batik Kota Malang ini dan bisa kita banggakan dan tidak kalah dengan batik-batik yang lain yang ada di kota-kota yang lain,” ujar Wahyu.
Jadi Identitas Baru Batik Malangan
Wahyu menilai kehadiran Sekar Jagad Panca Warna semakin memperkuat identitas batik Malangan yang kini mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Bahkan, batik asal Kota Malang mulai disejajarkan dengan daerah penghasil batik ternama seperti Pekalongan dan Magelang. Salah satu buktinya terlihat saat Festival Tiga Kota dalam peringatan Hari Batik Nasional 2025 yang digelar oleh Kementerian UMKM RI.
Menurut Wahyu, daya tarik batik Malangan terletak pada kebebasan desain yang menggabungkan berbagai unsur budaya lokal. Karakter tersebut membuat batik Malangan terasa lebih fresh dan dekat dengan selera generasi muda.
“Beda seperti Pekalongan ataupun Magelang yang kita ketahui ada pakem batiknya seperti itu. Batik Malangan ini dari berbagai macam unsur, yang akhirnya bisa membuat satu desain yang berbeda dengan batik-batik yang lain. Batik ini tidak hanya yang tradisional, tetapi yang disukai anak muda dan batik Malangan ini juga bisa digunakan baik kegiatan formal maupun informal,” beber Wahyu.
Filosofi Sekar Jagad Panca Warna, Simbol Keberagaman Kota Malang
Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM), Isa Wahyudi atau yang akrab disapa Ki Demang, menjelaskan bahwa motif ini mengangkat unsur toponimi flora yang menjadi ciri khas di setiap wilayah Kota Malang.
Beberapa elemen yang diangkat antara lain Blimbing, Genitri, hingga Klampok. Semua unsur tersebut dipadukan hingga membentuk siluet menyerupai peta Kota Malang.
Setiap kecamatan memiliki warna yang berbeda, yaitu merah, biru, hijau, hitam, dan kuning, sebagai simbol lima wilayah yang membentuk Kota Malang, yakni Klojen, Sukun, Lowokwaru, Kedungkandang, dan Blimbing.
Nama Sekar Jagad sendiri menggambarkan keberagaman yang menyatu dalam harmoni, sedangkan Panca Warna melambangkan lima kecamatan yang menjadi satu identitas.
“Kami ingin lima wilayah tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu kesatuan dalam sebuah motif. Seperti Kota Malang yang memiliki keragaman kampung, sejarah, budaya, dan masyarakat, tetapi semuanya menjadi satu identitas Kota Malang,” jelas Ki Demang.
Digarap Empat Bulan, Libatkan Akademisi dan Budayawan
Ki Demang mengungkapkan, proses penyusunan motif ini memakan waktu sekitar empat bulan. Tidak hanya melalui proses kreatif, penyusunannya juga didukung kajian akademis yang melibatkan para ahli sejarah, peneliti batik, hingga akademisi dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Setelah melalui proses diskusi dan penyusunan naskah akademik, motif tersebut kemudian diseminarkan sebelum akhirnya resmi diluncurkan.
“Terus itu kami seminarkan, sehingga di seminar itu akhirnya melengkapi dan kami bisa launching,” sebut Ki Demang.
Festival Batik Kota Malang 2026 Penuh Aktivitas Seru
Tak hanya memperkenalkan motif Sekar Jagad Panca Warna, Festival Batik Kota Malang 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan yang menarik perhatian masyarakat.
Mulai dari pameran karya batik para perajin Kota Malang, fashion show batik, parade batik, parade duta-duta Kota Malang, apresiasi festival batik, pameran UMKM, lomba desain batik, workshop membatik, hingga aktivitas yang cukup unik, yaitu main Roblox bertema batik.
Melalui festival ini, APBKM berharap batik Kota Malang semakin dikenal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
“Harapannya Sekar Jagad Panca Warna bisa menjadi salah satu motif yang menceritakan Kota Malang. Dari Malang, kami ingin batik tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi terus berkembang, dikenal lebih luas, dan mampu membawa cerita tentang kekayaan budaya Kota Malang ke tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Ki Demang.(ian/bua)





