Kondisi di DAM Kadalpang saat ini masih dipenuhi banyak sampah yang perlu segera diangkat.
MALANGTREND.ID – Tumpukan sampah yang memenuhi aliran Sungai Brantas di kawasan DAM Kadalpang, Kelurahan Penanggungan, Kota Malang, jadi sorotan publik. Kondisi tersebut ramai dibagikan di media sosial dan memicu banyak komentar dari warganet.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, memastikan pihaknya segera melakukan pembersihan di lokasi tersebut.
Namun sebelum menuju DAM Kadalpang, tim DLH lebih dulu menuntaskan pembersihan sampah di aliran sungai wilayah Kelurahan Merjosari.
“Kami pembersihan dulu di aliran sungai di Merjosari dan yang di situ (DAM Kadalpang) setelah pembersihan di Kelurahan Merjosari,” ujar Raymond, Minggu (4/10).
Sampah Diduga Terbawa Arus dari Hulu
Raymond menjelaskan, tumpukan sampah di sungai tidak selalu berasal dari warga sekitar lokasi. Sebagian sampah diduga terbawa arus dari kawasan hulu, termasuk wilayah Kota Batu, yang kemudian menumpuk di beberapa titik aliran Sungai Brantas.
Karena itu, penanganan sampah tidak hanya difokuskan di DAM Kadalpang. DLH juga terus memantau sejumlah titik lain di sepanjang aliran Sungai Brantas yang melintasi Kota Malang.
Pembersihan Sungai Butuh Alat Khusus dan Tim Berpengalaman
Meski menjadi perhatian, proses pembersihan sampah di sungai tidak bisa dilakukan setiap hari. Raymond mengatakan, petugas membutuhkan persiapan alat, termasuk alat berat, serta personel yang memiliki kemampuan bekerja di tengah arus sungai demi menjaga keselamatan.
“Memang tidak bisa dilakukan tiap hari karena untuk kondisi seperti itu harus persiapan alat (berat) dan teman-teman juga harus yang terbiasa berenang karena posisinya di arus air,” jelasnya.
DLH Terus Edukasi Warga agar Tidak Buang Sampah ke Sungai
Selain melakukan pembersihan, DLH Kota Malang juga rutin mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Namun, persoalan sampah masih ditemukan di sejumlah aliran sungai karena sumber hulunya berada di luar wilayah Kota Malang.
“Selama ini kami selalu sosialisasi untuk larangan membuang sampah di sungai, tetapi masih terdapat sampah di aliran sungai, apakah Brantas, Sungai Sukun yang kemarin dibersihkan, maupun Sungai Metro. Karena memang kondisi sungai ini hulunya tidak di Kota Malang,” sebut dia.
DLH juga mencatat beberapa titik yang sebelumnya menjadi lokasi pembuangan sampah liar kini sudah ditangani. Salah satunya berada di kawasan Bumiayu, yang telah ditutup sehingga tidak lagi dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah ilegal.
Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan
Menjelang musim hujan, DLH Kota Malang tak hanya fokus memantau aliran utama Sungai Brantas, tetapi juga saluran-saluran kecil yang sebelumnya berfungsi sebagai irigasi maupun drainase.
Pasalnya, sampah yang menyumbat saluran tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir saat intensitas hujan meningkat.
“Kalau untuk Sungai DAS Brantas tidak akan banjir karena dalam. Tetapi sungai kecil dulu bekas irigasi atau drainase kami juga monitoring. Makanya titik-titik itu yang kami bersihkan sebelum mendekati musim hujan,” pungkasnya.(ian/bua)





