Sabres Pungli bersama Wali Kota Batu H. Nurochman bersama Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, serta ratusan relawan dan masyarakat turun aksi bersih-bersih sampah di kawasan Jembatan Brantas Prambatan Desa Sidomulyo Kota Batu
MALANGTREND.ID – Gerakan Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli) Kota Batu memasuki usia ke-9 dengan semangat yang makin besar. Lewat rangkaian kegiatan bertajuk Nawa Warsa Bhakti Ing Tirta, komunitas ini kembali mengajak masyarakat menjaga kelestarian Sungai Brantas, sekaligus membangun budaya hidup yang lebih peduli lingkungan.
Perayaan ulang tahun Sabers Pungli digelar selama dua hari, 3–4 Oktober 2026, di Dusun Sukorembug dan kawasan Jembatan Brantas Prambatan, Desa Sidomulyo, Kota Batu.
Puncak acara ditandai dengan Apel dan Aksi Bersih Sungai Sabers Pungli ke-191 yang dihadiri langsung Wali Kota Batu Nurochman, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga ratusan relawan.
Sejak berdiri pada 2017, Sabers Pungli telah menggelar 191 aksi bersih sungai sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan hulu Sungai Brantas.
“Sembilan tahun dan 191 aksi menunjukkan satu hal: menjaga lingkungan membutuhkan konsistensi,” ujar Wali Kota Batu, Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur.
Menurutnya, gerakan Sabers Pungli kini berkembang. Bukan hanya membersihkan sungai dari sampah, tetapi juga mulai menyentuh akar persoalan melalui edukasi perubahan perilaku masyarakat.
Edukasi Sampah hingga Trash Walk
Perayaan HUT ke-9 Sabers Pungli dikemas lebih interaktif. Hari pertama diisi dengan berbagai kegiatan edukatif di Balai Dusun Sukorembug, mulai dari edukasi pengelolaan air dan sampah untuk ibu dan anak, permainan edukatif, Ruang Guna sebagai tempat berbagi dan memperpanjang usia pakai barang, hingga EcoSort, program yang mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah.
Sementara pada hari kedua, aksi berlanjut di kawasan Jembatan Brantas Prambatan melalui kegiatan bersih sungai, Trash Walk, penebaran benih ikan, tradisi Slametan Banyu, hingga diskusi publik bertajuk Njagong Kali Brantas.
Kota Batu Punya Peran Penting Jaga Hulu Sungai Brantas
Sebagai daerah hulu Sungai Brantas, Kota Batu memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas air yang mengalir hingga ke berbagai wilayah di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Nur juga mengapresiasi kontribusi Sabers Pungli yang berhasil mendata 273 titik mata air di Kota Batu. Data tersebut kini dimanfaatkan pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan lingkungan berbasis data.
“Ini contoh bahwa gerakan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam membangun kebijakan yang lebih berbasis data,” puji Cak Nur.
Sampah di Sungai Hanya Ujung Masalah
Pegiat Sabers Pungli, Doddy Eko Wahyudi, mengatakan persoalan sampah di sungai sebenarnya hanyalah dampak dari kebiasaan masyarakat di daratan.
“Sembilan tahun perjalanan ini memberi kami refleksi penting bahwa sampah di sungai hanyalah ujung dari persoalan yang jauh lebih panjang. Mulai dari pola konsumsi, kebiasaan membuang, hingga jarak manusia dengan sumber air yang menghidupinya,” kata Doddy.
Menurutnya, gerakan Sabers Pungli terus diperkuat lewat kolaborasi bersama berbagai pihak, mulai dari PLN Nusantara Power, BEM Universitas Negeri Malang, POLTEKAD, Pemerintah Kota Batu, Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, hingga berbagai komunitas lingkungan.
Ke depan, fokus gerakan akan lebih diarahkan pada upaya pencegahan sejak dari sumbernya, seperti membiasakan memilah sampah dari rumah, memperpanjang usia pakai barang melalui Ruang Guna, serta memperkuat edukasi lingkungan di tingkat keluarga.
“Sungai tidak hanya membutuhkan tangan yang membersihkan, tetapi manusia yang bersedia mengubah cara hidupnya,” pungkas Doddy.
Semangat kolaborasi tersebut dinilai selaras dengan visi pembangunan mBatu SAE, khususnya pada nilai Sinergi dan Ekologis, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. (eri/bua)





