Petugas gabungan saat memadamkan bara api yang masih tersisa di Gunung Butak beberapa waktu lalu.
MALANGTREND.ID – Setelah lebih dari satu bulan berjibaku melawan kobaran api, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Kawi akhirnya mulai terkendali. Sebagian besar titik api dilaporkan telah padam, meski sejumlah titik masih mengeluarkan asap tipis.
Berdasarkan data terbaru, total 1.586 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran yang melanda deretan Pegunungan Kawi sejak awal September 2026.
Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, mengatakan kondisi di lapangan terus dipantau. Meski api sudah berhasil dikendalikan di sebagian besar area, petugas masih menemukan kepulan asap yang diduga berasal dari bara api lama yang kembali muncul akibat embusan angin.
“Siang (kemarin) ini terpantau ada asap lagi. Namun sebagian besar kawasan sudah padam,” ujar Kelik kepada Malang Posco Media, Minggu (11/10).
Menurutnya, tim gabungan tetap bersiaga dengan melakukan pemadaman manual di lokasi yang masih berpotensi memunculkan api kembali.
“Upaya yang kami lakukan tetap melakukan pemadaman secara manual,” imbuhnya.
Pendakian Masih Belum Dibuka
Meski kondisi mulai membaik, Perhutani memastikan seluruh jalur pendakian di kawasan Pegunungan Kawi masih ditutup sementara demi alasan keselamatan.
Karhutla sebelumnya melanda sejumlah kawasan, mulai dari Gunung Butak, Gunung Malang, Gunung Pitrang, hingga Pos Batu Tulis, yang berada dalam satu bentang Pegunungan Kawi.
Kebakaran pertama kali terdeteksi di kawasan Gunung Butak pada 1 September 2026, sebelum akhirnya meluas ke kawasan pegunungan di sekitarnya.
Apresiasi untuk Tim Gabungan
Kelik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari petugas gabungan hingga para relawan yang bekerja tanpa mengenal lelah selama proses pemadaman.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih yang sangat luar biasa kepada semua pihak yang telah bersama-sama memadamkan karhutla, tanpa mengenal lelah, sebagai bukti nyata bahwa penanganan karhutla menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Seiring kondisi yang semakin terkendali, posko gabungan penanganan karhutla kini telah resmi ditutup. Namun, koordinasi antarinstansi tetap dilakukan jika sewaktu-waktu muncul titik api baru.
“Untuk posko sudah tidak ada. Apabila muncul titik api, kami koordinasikan untuk selanjutnya dilakukan pemadaman bersama-sama,” tandas Kelik.(den/bua)




