Pentakziah mendatangi rumah korban kapal KM Virgo Transport 8 asal Dusun Sono Tengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu (11/10)
MALANGTREND.ID – Penantian panjang keluarga Agus Ribut Setyo Budi (48) akhirnya berakhir dengan kabar yang paling berat untuk diterima. Sopir ekspedisi asal Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, akhirnya berhasil diidentifikasi setelah hampir satu bulan pencarian.
Jenazah Agus tiba di rumah duka di Dusun Sono Tengah, Minggu (11/10), dan langsung disambut isak tangis keluarga serta kerabat. Setelah dishalatkan, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sono Tengah.
Kakak kandung korban, Jiono (54), mengungkapkan kepastian identitas Agus diterima keluarga pada Sabtu (10/10). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan identitas korban melalui pencocokan DNA, ciri fisik, hingga atribut yang dikenakan.
“Sabtu antara jam 10.00 WIB sampai 11.00 WIB itu kepastiannya bahwa Bapak Agus sudah teridentifikasi. Setelah itu, tadi (Minggu) jenazah langsung diterbangkan dari Banjarmasin ke Surabaya pukul 07.00 WIB, lalu menggunakan ambulans menuju rumah duka di Malang ini,” ujar Jiono.
Jenazah Tidak Dibuka
Keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi ditemukannya jasad Agus. Peti jenazah juga tidak dibuka karena proses identifikasi baru rampung setelah hampir sebulan sejak musibah terjadi.
“Jenazah dikirim sudah di peti. Tidak boleh dibuka karena sudah hampir satu bulan baru teridentifikasi,” lanjutnya.
Diketahui, KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 13 September 2026. Agus menjadi salah satu korban dalam tragedi tersebut.
Tulang Punggung Keluarga
Bagi keluarga, Agus bukan hanya sosok ayah dan suami, tetapi juga pencari nafkah utama.
Selama bertahun-tahun, ia bekerja sebagai sopir ekspedisi lintas pulau di PT Ekspedisi ADR, mengangkut berbagai jenis barang mulai dari frozen food hingga kebutuhan logistik lainnya.
“Di Ekspedisi ADR ini, dia pengiriman paket dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kebetulan yang kemarin itu naik kapal Virgo,” ungkap Jiono.
Saat keberangkatan terakhirnya, Agus berangkat bersama empat rekan kerja menggunakan tiga kendaraan ekspedisi menuju Kalimantan.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. Tiga anaknya telah berkeluarga, satu tinggal bersama keluarga lain, sementara anak bungsunya masih duduk di bangku kelas II SMP.
Keluarga Sampaikan Terima Kasih
Di tengah suasana duka, keluarga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu selama proses pencarian hingga pemulangan jenazah.
Ucapan terima kasih ditujukan kepada tim SAR, kepolisian, pemerintah daerah, perangkat desa, Dinas Sosial, hingga manajemen PT Ekspedisi ADR yang terus mendampingi keluarga selama proses berlangsung.
“Semua hadir. Polsek, Polres, mulai tadi malam hingga proses pemakaman hadir semua. Juga dari Dinsos, perangkat desa, maupun kecamatan hadir,” tutur Jiono.(den/bua)




