Skip to main content

Malang Trend

Porak Poranda Diterjang Angin, Nelayan Malang Selatan Tak Melaut

Malangtrend.com – Malang Raya dihempas angin kencang, sejak Sabtu (24/1) lalu. Bahkan hingga Minggu (25/1) kemarin. Bangunan porak poranda.  Pohon bertumbangan. Nelayan di Malang Selatan pun memilih menunda melaut.(baca grafis dibawah)

Angin kencang yang menerpa wilayah Kabupaten Malang  mengakibatkan sejumlah pohon bertumbangan, Sabtu (24/1) lalu. Sedikitnya tiga pohon tumbang yang terjadi   di tiga desa.

Dampak pohon tumbang merusak rumah, menimpa mobil, kabel listrik dan kabel Telkom, serta sempat mengganggu lalu lintas sebelum akhirnya pohon tumbang dibersihkan. Tidak ada korban akibat  angin kencang maupun pohon tumbang.

Kondisi angin yang kurang bersahabat juga membuat nelayan di Malang Selatan menunda melaut. Kini, aktivitas para nelayan diisi dengan memperbaiki sarana ataupun prasarana melaut, sembari menunggu cuaca kembali membaik.

Pemerintah Kabupaten Malang telah menyatakan status wilayah Kabupaten Malang tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak 1 November 2025 sampai 31 Maret 2026.

Sementara itu, BMKG Juanda, sebelumnya telah menyampaikan siaran pers mengimbau waspada cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Malang periode 21 – 30 Januari 2026 mendatang.

Cuaca ekstrem dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir maupun banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, angin puting beliung, hingga hujan es.

Berdasarkan informasi yang dihimpun per hari Sabtu (24/1) lalu, sedikitnya tiga desa di wilayah Kabupaten Malang dilanda pohon tumbang usai diterpa angin kencang. Yakni Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang, Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo, dan Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji.

Kalaksa BPBD Kabupaten Malang Purwoto  mengaku bahwa  untuk mengantisipasi pohon tumbang atau dahan pohon patah telah dilakukan koordinasi antar dinas terkait.

“Masing-masing OPD khususnya dengan PU Bina Marga baik provinsi maupun kabupaten, dan juga dengan DLH sudah terkoordinasi baik sejak awal tanggap darurat. Pemantauan pohon dan perempesan tugas fungsi di PU,” jelas Purwoto, Minggu (25/1) kemarin.

Di Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang pohon jenis Trembesi diameter sekitar 80-100 centimeter (cm) dengan tinggi sekitar 15 meter tumbang menimpa mobil yang sedang melintas.

“Satu mobil mengalami kerusakan bagian kap, pohon tumbang juga menimpa kabel Telkom dan listrik serta arus lalu lintas Bululawang – Wajak terganggu,” beber Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Namun, pada hari kejadian itu pula arus lalu lintas Bululawang – Wajak kembali normal setelah dilakukan penanganan. Sedangkan di Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo beberapa Pohon Kelapa tumbang menimpa dua rumah hingga rusak bagian dapur.

“Beberapa Pohon Kelapa dengan diameter kurang lebih 50 sampai 70 cm, tingggi kurang lebih 20 meter tumbang menimpa rumah. Dua rumah rusak bagian dapur,” lanjut Sadono.

Penanganan atau pemotongan Pohon Kelapa sudah tertangani oleh unsur gabungan dan masyarakat. Sedangkan di Jalan Raya Kendalpayak Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji pohon tumbang sempat menutup separuh badan jalan sebelum akhirnya dibersihkan.

Sementara itu, kondisi cuaca di perairan atau laut Malang Selatan saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Para nelayan menunda melaut karena angin kencang. Pun gelombang tinggi.

“Angin kencang. Nelayan rata-rata tidak melaut karena tidak berani. Cuaca seperti ini gelombang tinggi,” ungkap Kasat Polairud Polres Malang AKP Yoyok Supandi.

Nelayan yang menunda melaut termasuk nelayan Sendangbiru Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).  Satuan Polairud Polres Malang tetap memberikan imbauan kepada nelayan.

Disampaikan Yoyok bahwa pada Minggu (25/1) kemarin kondisi angin di perairan wilayah hukum Polres Malang angin didominasi dari arah Timur – Tenggara, dengan kecepatan angin maksimum berkisar 10  knot (18 Km per jam). Ketinggian gelombang laut berkisar 1.5 sampai 2 meter.

“Saat ini memang nelayan lebih fokus untuk memperbaiki peralatan- peralatan,” tambah Yoyok.

Dampak angin kencang juga terjadi di Kota Malang. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno menyebut, angin kencang pada Sabtu (24/1) lalu mengakibatkan beberapa titik di Kota Malang terjadi pohon tumbang dan dahan patah.

Yakni seperti pohon tumbang di Jalan Jakarta, lalu dahan patah di beberapa titik. Yaitu di Jalan Raya Langsep Bareng, Jalan Raya Sumbersari, Jalan Esberg Karangbesuki, Jalan Terusan Dieng Pisang Candi dan Jalan Niaga Ciptomulyo.

“Akibat kejadian tersebut, ada satu korban terjatuh di Jalan Jakarta dan membentur aspal. Korban mengalami pusing serta luka pada bagian kepala sehingga korban dibawa ke Rumah Sakit Hermina. Lalu ada satu lagi warga Jalan Ambarawa luka ringan, sudah dapat penanganan medis,” jelas Prayitno.

Selain bencana pohon tumbang, angin kencang yang masih terjadi di Kota Malang membuat satu rumah di Jalan Brigjen Slamet Riyadi kehilangan atap karena terlepas, Minggu (25/1) kemarin. Dalam hal ini, pihaknya langsung memberikan bantuan kedaruratan berupa terpal untuk menutupi rumah tersebut.

“Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan atap galvalum rumah  yang berada di lantai 2, dengan ukuran kurang lebih 7 x 3 meter terlepas dan tertiup angin. Syukur, tidak ada korban dalam kejadian ini,” jelasnya.

Sementara itu, empat kejadian bencana alam akibat  cuaca ekstrem yakni angin kencang terjadi di Kota Batu pada pukul 07.30 WIB Sabtu (24/1) kemarin. Hal itu ditegaskan oleh Plt Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko.

“Bencana alam pertama akibat angin kencang terjadi di SPS Tunas Harapan Jalan  Anggrek RT.01 RW.10 Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Akibatnya atap bangunan SPS Tunas Harapan ukuran panjang 8,5 meter dan lebar 7,5 meter runtuh tepat di ruang mengaji, sehingga ruangan tersebut untuk sementara waktu tidak dapat digunakan,” jelas  Suwoko.

Kemudian di Dusun Lemah Putih RT 07 RW 02 Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Angin kencang mengakibatkan atap rumah milik Nuril Hisam ambruk area dapur dan kamar tidur dengan ukuran sekitar panjang 12 meter dan lebar tujuh  meter.

“Selanjutnya di Dusun Krajan RT 30 RW 05 Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mengakibatkan atap rumah milik Markumi ambruk. Bagian atap yang runtuh berada di area dapur, ruang keluarga dan kamar tidur dengan ukuran sekitar panjang 9 meter dan lebar 6 meter,’’ jelasnya.  

Serta di Jalan Simpang Trunojoyo 2 RT 01 RW 09 Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu mengakibatkan sebuah pohon waru dengan diameter sekitar 30 cm dan tinggi ±12 meter tumbang. Pohon tersebut menimpa atap rumah warga milik Sukemi dan Yeni sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah.

“Atas kejadian bencana tersebut upaya yang dilakukan BPBD telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sedangkan rekomendasi yang harus dilakukan pasca bencana adalah perbaikan kembali atap oleh dinas terkait, pemberian bantuan terpal untuk penanganan darurat dan pemberian bantuan logistik untuk kerja bakti,” ungkapnya.

Dengan banyaknya bencana akibat angin kencang, BPBD Kota Batu mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati ketika menjalankan aktivitas sehari-sehari. Khususnya untuk tiga hari kedepan.

“Prakiraan cuaca dari BMKG sendiri untuk beberapa wilayah Kota Batu akan terjadi hujan ringan. Serta masih terjadi angin kencang di beberapa wilayah. Oleh karena masyarakat harus berhati-hati dengan menghindari berteduh di bawah pohon,” pungkasnya. (den/ian/eri/van/mtc)

Waktu Kejadian

Sabtu 24 Januari 2026-Minggu 25 Januari 2026.

======

Kabupaten Malang

Waktu kejadian

Sabtu 24 Januari 2026.

Pohon Tumbang

Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang.

Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo.

Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji.

Dampak

Dua rumah rusak.

Satu mobil rusak.

Kabel listrik dan Telkom menjuntai tak beraturan.

Nelayan Malang Selatan tunda melaut. 

Status

Tanggap darurat bencana hidrometeorologi

Peringatan BMKG

Cuaca ekstrem periode 21 – 30 Januari 2026.

======

Kota Malang

Waktu Kejadian

Sabtu 24 Januari 2026- Minggu 25 Januari 2026.

Pohon Tumbang

Jalan Jakarta

Dahan Patah

Jalan Raya Langsep Bareng.

Jalan Raya Sumbersari.

Jalan Esberg Karangbesuki.

Jalan Terusan Dieng Pisang Candi.

Jalan Niaga Ciptomulyo.

Dampak

2 korban luka.

Pagar rusak.

Penanganan

Evakuasi pohon tumbang.

Korban luka langsung ditangani di RS.

pemberian bantuan logistik. 

Waktu Kejadian

Minggu 25 Januari 2026

Atap Rumah Lepas

JL. Brigjen Slamet Riadi.

Dampak

Satu rumah kehilangan atap galvalum ukuran 7×3 meter.

Penanganan

Bantuan kedaruratan berupa terpal.

======

Kota Batu  

Waktu kejadian

Sabtu 24 Januari 2026

Atap Rumah Ambruk

Desa Oro-Oro Ombo.

Desa Sumber Brantas.

Desa Giripurno.

Pohon Tumbang

Desa Junrejo.

Dampak

Beberapa bagian atap rumah rusak.

Penanganan

Pemberian bantuan terpal.

Pemberian bantuan logistik untuk kerja bakti.

Perbaikan oleh dinas terkait.