Malangtrend.id – Menyambut hari jadinya yang ke-39 pada 11 Agustus 2026, Arema FC mengusung tema THE GREATNESS sebagai refleksi perjalanan panjang klub sekaligus komitmen untuk terus berbenah. Tema tersebut disimbolkan dalam logo angka 39 dengan tulisan TH39REATNESS di dalamnya.
Bagi Singo Edan, usia ke-39 bukan menjadi simbol kesempurnaan, melainkan momentum untuk terus belajar, berproses, dan memberikan kontribusi terbaik bagi sepak bola Indonesia.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan perjalanan hampir empat dekade yang dilalui klub penuh dengan tantangan. Karena itu, tema THE GREATNESS dipilih sebagai pengingat bahwa setiap langkah ke depan harus dibangun dengan semangat introspeksi dan perbaikan.
“Kami memahami betul bahwa jalan yang kami tempuh tidak pernah mudah. Di usia ke-39 ini, tema TH39REATNESS hadir bukan sebagai pernyataan bahwa kami sudah sempurna, melainkan sebagai komitmen untuk terus berproses dan berupaya memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia serta Bhumi Arema,” ujarnya.
Menurut Yusrinal, makna Greatness yang diusung Arema FC diwujudkan melalui delapan pilar utama yang menjadi arah pengembangan klub ke depan. Pilar pertama adalah menghargai sejarah sejak klub berdiri pada 11 Agustus 1987, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu yang telah membangun fondasi Singo Edan.
Selanjutnya, Arema FC menegaskan komitmennya untuk tetap kompetitif dan mempertahankan eksistensi di kasta tertinggi sepak bola nasional, sekaligus menjaga keberlangsungan organisasi melalui tata kelola klub yang semakin sehat dan profesional.
Klub kebanggaan Aremania itu juga menempatkan nilai persaudaraan sebagai salah satu prioritas. Arema FC ingin terus menjadi perekat hubungan antarelemen masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kedamaian, serta membangun loyalitas bersama Aremania dan Aremanita yang selama ini menjadi kekuatan utama klub.
Selain itu, Arema FC bertekad menjaga kehormatan sebagai representasi Malang Raya di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut diiringi upaya mengembangkan inovasi melalui penerapan teknologi dan manajemen modern agar klub mampu mengikuti perkembangan industri sepak bola.
Pilar terakhir yang menjadi perhatian adalah pembinaan pemain muda. Manajemen ingin menghidupkan kembali semangat pengembangan talenta usia dini untuk mencetak generasi baru pesepak bola berkarakter tangguh dan memiliki jiwa Singo Edan.
“TH39REATNESS adalah janji untuk terus belajar, berupaya, dan berproses. Kami bukan klub yang merasa sudah berada di puncak, tetapi klub yang akan terus mendaki dengan segala kekurangan dan tekad memberikan yang terbaik bagi kebanggaan kita bersama,” pungkas Yusrinal. (rex/bua)