MALANGTREND.ID – Kuliah impian akhirnya bisa dimulai tanpa drama soal biaya. Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan dengan memberikan bantuan dana operasional sekaligus satu unit laptop kepada calon mahasiswa baru, Arya Yudhistira.
Mahasiswa yang diterima di Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi UB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) itu merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Bantuan tersebut diharapkan bisa membuat Arya lebih fokus menjalani perkuliahan tanpa harus overthinking memikirkan keterbatasan ekonomi.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., saat mengunjungi kediaman Arya di Jalan Cihampelas, Bandung, Jumat (24/7). Turut hadir Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Arif Hidayat, M.M., serta Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa UB Aulia Nur Mustaqiman, Ph.D.
Menurut Prof. Imam, Arya menjadi salah satu mahasiswa yang layak mendapatkan dukungan karena berhasil lolos SNBT, berstatus sebagai penerima KIP-K, dan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
“Pemerintah melalui UB memberikan perhatian kepada siswa berprestasi yang membutuhkan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Kami berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi Arya untuk meraih prestasi selama kuliah,” ujarnya.
Bantuan operasional pendidikan tersebut disalurkan melalui BAZIZ UB, sementara laptop disiapkan oleh Brawijaya Multi Usaha (BMU) UB. Nggak cuma itu, Arya juga mendapat fasilitas pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta bantuan biaya hidup melalui program KIP-K.
Bagi Arya, bantuan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi juga suntikan semangat untuk mengejar cita-cita. Ia mengaku bersyukur karena kini memiliki perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengikuti perkuliahan dengan lebih maksimal.
“Saya mengucapkan terima kasih. Semoga saya bisa belajar dengan baik dan mengangkat derajat kedua orang tua saya,” katanya.
Rasa haru juga disampaikan sang ibunda, Mardiah. Ia mengungkapkan bahwa bantuan dari UB sangat berarti bagi keluarganya. Selama enam tahun terakhir, suaminya mengalami sakit sehingga kondisi ekonomi keluarga cukup berat.
“Bantuan ini sangat membantu kelancaran kuliah Arya. Kami hanya bisa mendoakan agar Arya menjadi anak yang sukses dan berguna,” jelasnya.
Lewat langkah ini, UB kembali membuktikan bahwa mimpi untuk kuliah nggak boleh berhenti hanya karena keterbatasan biaya. Dengan dukungan yang tepat, mahasiswa berprestasi tetap punya kesempatan buat berkembang dan meraih masa depan yang lebih cerah. (hud/bua)





