Foto: Firman/MPM
MALANGTREND.ID – Arema FC harus menutup babak pertama dengan situasi kurang menguntungkan saat menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-4 BRI Super League 2026/2027, Sabtu (10/10). Bermain di Stadion Kanjuruhan, Singo Edan sementara tertinggal 0-2 dari tim tamu.
Sejak kick-off pukul 15.30 WIB, Arema langsung tampil agresif dan berusaha menguasai jalannya pertandingan. Johan Farizi dan kolega beberapa kali membangun serangan dengan tempo tinggi, tetapi rapatnya lini belakang Bhayangkara membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Ocampo Buka Keunggulan, Ristovski Gandakan Skor
Meski lebih banyak ditekan, Bhayangkara FC justru tampil efektif dalam memanfaatkan peluang.
Gol pertama lahir pada menit ke-15. Berawal dari umpan lambung Moussa Sidibé dari sisi kanan, bola berhasil disambut Ocampo yang sukses menaklukkan lini pertahanan Arema sekaligus membawa tim tamu unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Arema mencoba meningkatkan intensitas serangan. Winger Careca sempat mengirim umpan matang ke depan gawang, tetapi tidak ada pemain Singo Edan yang mampu menyelesaikannya menjadi gol.
Saat asyik menyerang, Arema kembali dihukum lewat kesalahan sendiri. Pada menit ke-31, bola yang diterima Walisson Maia dari kiper Adi Satryo berhasil direbut pemain Bhayangkara.
Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh M. Ristovski yang meneruskan umpan Sibille menjadi gol kedua bagi The Guardians.
VAR Bikin Penalti Arema Batal
Memasuki akhir babak pertama, tensi pertandingan semakin meningkat. Penyerang Arema Marcos Vinicius menerima kartu kuning pada menit ke-42, sementara Ocampo juga diganjar kartu kuning pada masa injury time.
Arema sebenarnya sempat mendapat harapan untuk memperkecil ketertinggalan setelah wasit menunjuk titik putih akibat dugaan handball pemain Bhayangkara.
Namun, keputusan tersebut berubah setelah wasit Sance Walita melakukan pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Hasilnya, wasit membatalkan penalti untuk Arema FC sehingga skor tetap 0-2 hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Singo Edan kini dituntut tampil lebih efektif di babak kedua jika ingin bangkit dan mengamankan poin di hadapan publik Kanjuruhan. (rex/bua)





