MALANGTREND.ID – Penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat banyak wisatawan mengubah rencana liburannya. Sejak penutupan diberlakukan pada 9 Agustus 2026, ratusan rombongan memilih mengajukan refund (pengembalian dana) maupun reschedule (penjadwalan ulang) tiket kunjungan.
Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) hingga Selasa (11/8) pukul 13.51 WIB, tercatat 834 kelompok wisatawan telah mengajukan refund atau reschedule.
Pranata Komputer BBTNBTS, Ariyan Jazmi, mengatakan total pemesanan kunjungan ke Bromo untuk periode 9–15 Agustus 2026 mencapai 965 kelompok.
“Total wisatawan Bromo dari tanggal 9-15 Agustus 2026 sebanyak 965 kelompok. Sampai siang ini 834 melakukan refund/reschedule,” kata Ariyan.
Ia menjelaskan, satu kelompok bisa terdiri dari 1 hingga 10 orang, termasuk rombongan wisata yang menggunakan sistem open trip.
“Contohnya travel menggelar open trip. Pihak travel bisa mengisi satu formulir, dengan nama peserta open trip ditambahkan pada kolom yang ada pada formulir tersebut,” jelasnya.
Pengajuan Refund Diperpanjang hingga Akhir Agustus
Awalnya, pengajuan refund hanya berlaku untuk wisatawan dengan jadwal kunjungan pada 9–11 Agustus 2026. Namun karena proses pemadaman kebakaran masih berlangsung, masa pengajuan diperluas hingga wisatawan yang memiliki tiket kunjungan 15 Agustus 2026.
BB TNBTS juga memperpanjang batas waktu pengajuan refund hingga 31 Agustus 2026.
Sementara bagi wisatawan yang memilih reschedule, jadwal kunjungan dapat diubah hingga 31 Desember 2026 tanpa dikenakan biaya tiket tambahan.
Jangan Salah Upload Dokumen
Ariyan menjelaskan proses pengajuan refund maupun reschedule dilakukan secara online melalui tautan yang tersedia di akun Instagram resmi @bbtnbromotenggersemeru.
“Cukup klik link di Bio Instagram bbtnbromotenggersemeru, di situ sudah jelas semuanya. Ada formulir pengajuan, yang wajib diisi oleh wisatawan yang melakukan refund maupun reschedule,” katanya.
Dalam formulir tersebut, wisatawan harus memilih apakah ingin melakukan refund atau menjadwal ulang kunjungan, kemudian mengunggah bukti transfer pembayaran tiket.
Menurut Ariyan, masih banyak pengunjung yang keliru karena mengunggah e-ticket, bukan bukti transfer pembayaran.
“Banyak wisatawan yang keliru mengupload e-tiket. Sementara syaratnya adalah mengupload bukti transfer,” ujarnya.
Pemadaman Karhutla Masih Berlangsung
Sementara itu, proses pemadaman kebakaran di kawasan Bromo hingga kini masih terus dilakukan. Api dilaporkan masih terlihat di kawasan Blok Pusung Dhuwur, sementara operasi water bombing dari udara juga masih berlangsung.
“Upaya pemadaman dengan water bombing juga masih dilakukan,” pungkas Ariyan. (ira/bua)





