Skip to main content

Malang Trend

Cuaca Ekstrem Wisata Alam Diimbau Tutup

Pasca Longsor Coban Talun di Kota Batu

Malangtrend.com – Setelah di Kota Malang dan Kabupaten Malang, cuaca ekstrem berdampak bencana juga terjadi di Kota Batu. BMKG mengingatkan semua pihak untuk siaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung mulai November 2025 – Februari 2026.

Memasuki November ini di Kota Batu terjadi beberapa bencana longsor akibat curah hujan tinggi. Di antaranya bencana tanah longsor di jalur menuju wisata Coban Talun, Senin (3/11) lalu yang mengakibatkan penutupan akses sementara menuju coban.

“Bencana longsor kerap terjadi di Kota Batu. Bahkan kemarin terjadi longsor di jalur menuju wisata Coban Talun yang mengakibatkan penutupan akses sementara menuju wisata alam tersebut,” ujar Wali Kota Batu Heli Suyanto kepada Malang Posco Media, Selasa (4/11) kemarin.

Dari laporan BPBD, Mas Heli menjelaskan bahwa akses jalan ke Coban Talun harus ditutup sementara karena terkena longsoran tanah dan batu dengan lebar sekitar 5 meter. Sehingga longsoran tersebut menimbun badan jalan di titik tanjakan menuju kawasan wisata.

Bahkan material longsor yang meluncur dari tebing juga mengenai sebuah warung warga di bawah jalur dan menyebabkan bagian belakang bangunan rusak ringan. Beruntung tidak ada korban jiwa.

“Atas kejadian tersebut pengelola wisata dan paguyuban ojek Coban Talun bergotong royong menyingkirkan material longsor ke sisi jalan agar akses bisa kembali dibuka. Meski begitu untuk pembukaan akses jalur masih menunggu hasil pengecekan dari BPBD,” terangnya.

Kepala BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan bahwa timnya telah diterjunkan untuk melakukan kaji cepat di lokasi kejadian. Ia menyebut longsor dipicu kondisi tebing yang labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Kami menilai potensi longsor susulan masih ada. Tim juga berkoordinasi dengan pengelola wisata untuk memastikan jalur benar-benar aman sebelum dibuka kembali,” imbuhnya. Dengan kejadian tersebut Suwoko juga meminta wisatawan agar tidak memaksakan diri menuju lokasi sampai proses pembersihan dan pengecekan selesai. Serta meminta pengelolaan wisata alam menutup aksesnya ketika cuaca ekstrem atau hujan intensitas tinggi.(mtc/mpm)