Pemeriksaan wajah wartawan Malang Posco Media sebelum masuk ke media center di Stadion Kanjuruhan. (Foto Slamet Prayitno/MPM)
MALANGTREND.ID – Buat Aremania yang berencana nonton langsung Arema FC di Stadion Kanjuruhan, siap-siap datang lebih awal. Pasalnya, sejak bergulirnya Liga Super 2026/2027, proses masuk stadion kini dibuat jauh lebih ketat dengan sistem pemeriksaan berlapis.
Saat laga Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Jumat (4/9), seluruh penonton hingga jurnalis harus melewati tiga tahap pemeriksaan sebelum bisa masuk ke dalam stadion.
Sudah Dicek Sejak Jauh Sebelum Stadion
Pemeriksaan pertama bahkan dimulai sekitar 850 meter dari Stadion Kanjuruhan, tepatnya di kawasan Perempatan Jepang, Kedungpendaringan.
Pengendara yang tidak memiliki tujuan ke stadion langsung diarahkan keluar jalur. Sementara mereka yang hendak menuju Kanjuruhan wajib menunjukkan tiket pertandingan atau ID Card resmi agar bisa melanjutkan perjalanan.
Sekitar 300 meter setelahnya, terdapat pos pemeriksaan gabungan yang dijaga oleh unsur Polri, Dishub, Satpol PP, dan Panpel Arema FC.
Barang Ini Dilarang Masuk Stadion
Setelah tiba di gerbang kawasan stadion, petugas kembali melakukan pemeriksaan.
Selain mengecek tiket atau ID Card, penonton juga tidak diperbolehkan membawa sejumlah barang yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan, seperti:
- Flare
- Petasan
- Bom asap
- Senjata tajam
- Laser pointer
- Korek api
- Rokok maupun vape
- Minuman kaleng atau botol plastik/kaca
- Power bank
- Payung
- Peluit
- Kamera profesional
- Tas atau ransel berukuran besar
Masih Ada Pemeriksaan Terakhir
Pemeriksaan belum selesai. Sebelum masuk ke tribun, tiket kembali dicek untuk memastikan penonton masuk melalui gate sesuai kategori tiket yang dimiliki.
Sementara itu, jurnalis yang meliput pertandingan memiliki prosedur tambahan berupa face recognition atau verifikasi wajah menggunakan ID Card resmi Liga Super.
Setelah lolos verifikasi, jurnalis melakukan absensi di media center sebelum menuju area liputan masing-masing. Fotografer wajib mengenakan rompi khusus untuk bisa masuk ke sisi lapangan, sedangkan reporter menuju tribun media yang berada di atas tribun VIP.
Dengan sistem ini, pengamanan pertandingan di Stadion Kanjuruhan kini jauh lebih ketat dibanding musim-musim sebelumnya. Tujuannya jelas, yakni menciptakan pertandingan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pihak yang hadir. (bua)





