Polisi mengamankan mobil jip sebagai barang bukti penemuan mayat di RS UMM, Senin (28/9) pagi. (K. TAADDIN/MT)
MALANGTREND.ID – Suasana di kawasan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) mendadak geger setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil jip yang terparkir, Senin (28/9) pagi.
Penemuan tersebut bermula saat sejumlah pekerja bangunan mencium bau menyengat yang berasal dari kendaraan tersebut. Karena curiga, mereka kemudian memeriksa mobil dan menemukan seorang pria sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada petugas keamanan RS UMM sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.
Hingga sore hari, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Mobil jip yang berada di area belakang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS UMM kemudian dievakuasi ke Mapolsek Dau dan dipasangi garis polisi sebagai barang bukti.
Kapolsek Dau, Kompol Purwanto Sigit Raharjo, mengatakan laporan penemuan jenazah diterima sekitar pukul 10.00 WIB.
“Kami langsung melaksanakan olah TKP, mengumpulkan alat bukti, serta memeriksa saksi-saksi agar bisa mengerucut, ini peristiwa apa yang terjadi,” ujar Kompol Sigit.
Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berinisial AM, pria berusia 59 tahun yang berdomisili di kawasan Puncak Joyoagung, Kota Malang.
Saat ditemukan, korban berada di kursi pengemudi dalam posisi duduk. Hingga kini, polisi masih belum dapat memastikan penyebab kematian maupun ada tidaknya unsur tindak pidana.
“Masih dalam proses penyelidikan. Saat ini jenazah sudah di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilaksanakan autopsi,” terang Sigit.
Polisi juga menelusuri riwayat kesehatan korban. Namun, berdasarkan data yang dimiliki RS UMM, tidak ditemukan catatan medis atas nama korban.
“Di data Rumah Sakit UMM tidak ada (riwayat penyakit),” kata Sigit.
Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengeluarkan aroma tidak sedap sehingga diduga korban sudah meninggal beberapa hari sebelumnya. Meski begitu, kepolisian belum ingin berspekulasi dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Untuk kepastian penyebab kematian maupun berapa lama korban telah meninggal, kami masih menunggu hasil autopsi dan keterangan resmi dari tim medis yang saat ini berproses,” jelas Kompol Sigit.
Hingga kini, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap sekaligus memastikan penyebab kematian korban.(den/bua)





