MALANGTREND.COM, MALANG-Sebagai penggagas Batik Djagat Topeng, Maria Carmela Nur Indri Hariani selalu menginginkan hal-hal yang inovatif tidak hanya profitable. Bisnis yang dibangunnya cukup unik karena melibatkan kreativitas. Lebih-lebih kreativitas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Ini penting karena kami berangkat dari Yayasan yang ingin ABK itu juga memiliki penghasilan. Dan ternyata mereka bisa,” papar Maria.
Di sinilah, pengembangan produk-produk hasil kreativitas ABK yang berasal dari Malang Raya mulai dikenal. Salah satunya bisa dilihat di Gedung DPRD Kota Malang pada D-Mart (Disabilitas Mart). Di sini setiap bulan puluhan produk kriya terutama fesyen dari kreativitas ABK bisa dijual dan dibeli. “Dan Batik Djagat Topeng menjadi brand hasil dari mereka. Ini akan kami terus kembangkan dan lebarkan pemasarannya terus,” kata perempuan asal Kelurahan Bumiayu Kota Malang itu. (ica/van)





