BERAGAM: Keberagaman produk olahan, kuliner, kriya, desain kemasan, karya seni, konten kreatif hingga pengalaman wisata di Kota Batu jadi pilihan wisatawan untuk berlibur.
MALANGTREND.ID – Kota Batu tinggal selangkah lagi menuju predikat Kota Kreatif Gastronomi. Supaya target itu benar-benar terwujud dan nggak berhenti sebagai slogan, Pemerintah Kota Batu mulai menyiapkan strategi jangka panjang lewat penyusunan roadmap pengembangan kuliner lokal.
Wali Kota Batu Nurochman meminta seluruh jajaran bergerak cepat menyusun peta jalan yang terintegrasi agar sektor kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif bisa berkembang lebih terarah dan berkelanjutan.
Yang menarik, penyusunan roadmap ini tidak hanya melibatkan pemerintah. Komunitas kreatif dan berbagai stakeholder juga bakal diajak duduk bersama karena dinilai punya peran penting dalam membangun ekosistem gastronomi Kota Batu.
“Ada beberapa hal yang perlu upaya konkret. Kami telah menginstruksikan Sekda dan Bagian Perekonomian untuk mendukung teman-teman kreatif yang selama ini menjadi jembatan dengan komunitas,” tegas Nurochman, Rabu (5/8).
Kuliner Lokal Jadi Senjata Andalan
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menjelaskan, saat ini Pemkot Batu tengah memetakan berbagai potensi kuliner khas daerah sekaligus mengevaluasi aspek yang masih perlu diperkuat.
Roadmap tersebut nantinya akan menjadi panduan setelah Kota Batu resmi menyandang status Kota Kreatif Gastronomi, sehingga setiap program memiliki arah yang jelas dan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hari ini kita pastikan roadmap ini disusun untuk menentukan langkah pasca-penetapan Kota Batu sebagai Kota Kreatif Gastronomi. Kita evaluasi apa yang belum dan kurang optimal, sehingga ini benar-benar jadi instrumen yang menguatkan posisi Kota Batu,” tambahnya.
Bukan Cuma Soal Makanan, Tapi Juga Ekonomi Warga
Pemkot Batu berharap roadmap ini mampu menghubungkan seluruh potensi gastronomi daerah dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dampaknya diharapkan bukan hanya membuat wisatawan makin betah berburu kuliner, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan masyarakat lokal.
Sebelumnya, pada 29–30 Juli 2026, Tim Panitia Seleksi Nasional bersama Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) telah melakukan penilaian langsung terhadap berbagai potensi unggulan Kota Batu.
Penilaian tersebut mencakup sektor pertanian, pariwisata, UMKM, hingga kreativitas masyarakat, terutama generasi muda yang dinilai menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kota Apel.
“Tentunya dengan produk unggulan yang beragam produk olahan, kuliner, kriya, desain kemasan, karya seni, konten kreatif hingga pengalaman wisatanya, Kota Batu optimis akan menjadi salah satu kota kreatif gastronomi,” pungkasnya.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, status Kota Kreatif Gastronomi diharapkan bukan hanya menjadi prestasi bagi Kota Batu, tetapi juga mampu memperkuat branding sebagai destinasi wisata kuliner yang semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.(eri/bua)





