Museum Mega Science Center dan Budaya JTP bakal dilaunching pada 16 September mendatang. (Firman/MT)
MALANGTREND.ID – Ada destinasi baru yang siap bikin pengalaman liburan di Kota Batu makin seru sekaligus penuh insight. Jawa Timur Park (JTP) Group bakal menghadirkan Museum Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, yang menggabungkan sejarah dunia, budaya Nusantara, hingga teknologi modern dalam satu tempat.
Objek wisata edukasi ini dijadwalkan launching pada Rabu, 16 September 2026. Kehadirannya menjadi pengembangan terbaru dari zona Science Center yang selama ini sudah ada di Jatim Park 1.
Manajer Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, mengatakan Jatim Park 1 merupakan cikal bakal lahirnya seluruh destinasi wisata di bawah naungan JTP Group.
“Jatim Park 1 ini adalah destinasi wisata yang mengawali berdirinya Jatim Park Group. Di sinilah embrio semua destinasi wisata kami dimulai,” ujar Titik, Kamis (10/9).
Ia menjelaskan, kawasan Science Center yang sebelumnya memiliki luas kurang dari satu hektare kini dikembangkan menjadi Mega Science Center dan Budaya dengan konsep yang jauh lebih luas dan lengkap.
“Dari Jatim Park 1, ada area zona Science Center memiliki area kurang lebih hampir satu hektare. Nah, itu masih sangat kecil. Kami kemudian memperbesar yang bernama Mega Science Center dan Budaya,” sambungnya.
Dari Pandawa, Glory of Islam hingga Wilwatika
Begitu memasuki area museum, pengunjung langsung disambut bangunan megah dengan lengkungan roller coaster yang menjadi ikon pintu masuk.
Di dalamnya, suasana berubah menjadi perjalanan lintas zaman. Lima patung Pandawa berdiri gagah menyambut pengunjung, disusul diorama peperangan para raja hingga patung Pangeran Diponegoro yang menjadi gerbang menuju zona Glory of Islam.
Di zona ini, pengunjung diajak menelusuri sejarah Islam melalui berbagai instalasi visual. Mulai dari perjalanan Isra Mikraj, kisah hidup Nabi Muhammad SAW, hingga perjuangan penyebaran Islam di berbagai wilayah.
Nuansa ruang dibuat semakin imersif dengan dekorasi menyerupai kehidupan pada masa kenabian, lengkap dengan lantai bernuansa tanah liat, sumur tradisional, hingga ornamen unta.
Perjalanan berlanjut menuju sejarah kejayaan Ottoman Empire (Turki), koleksi perlengkapan perang, sejarah masuknya Islam ke Nusantara, hingga kisah perjuangan Wali Songo.
Belajar Budaya Sampai Sains dalam Satu Tempat
Tak berhenti di sejarah, museum ini juga menghadirkan Museum Wilwatika yang menampilkan koleksi candi serta batu bata kuno sebagai jejak kejayaan peradaban Nusantara.
Ada pula zona akulturasi budaya yang memperlihatkan perpaduan budaya Tionghoa dengan tradisi lokal melalui pertunjukan Potehi Gubuk Wayang.
Setelah menjelajah masa lalu, pengunjung akan diajak masuk ke dunia masa depan melalui Mega Science Center.
Zona ini dipenuhi berbagai alat peraga interaktif yang mengajak pengunjung belajar sambil bermain. Mulai dari ruang astronomi dengan atraksi roket bergerak dan layar raksasa yang menampilkan simulasi Bumi, hingga zona listrik dan magnet yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung berbagai eksperimen sains.
Sensasi simulasi gempa bumi juga menjadi salah satu wahana edukasi yang diprediksi bakal menjadi favorit pengunjung.
Di penghujung perjalanan, deretan patung ilmuwan dunia seperti Albert Einstein dan Aristoteles berdiri menyambut sebagai simbol semangat ilmu pengetahuan.
“Ini akan kami launching per tanggal 16 September nanti. Untuk anak sekolah di Kota Batu mungkin akan kami undang sebagai pre-opening untuk mengenalkan kepada mereka, anak-anak warga Batu harus tahu dulu, ya,” pungkas Titik.(den/bua)





