Skip to main content

Malang Trend

Nggak Lama Lagi! Angkot Pelajar Gratis Kota Malang Resmi Jalan Mulai 31 Agustus

Nggak Lama Lagi! Angkot Pelajar Gratis Kota Malang Resmi Jalan Mulai 31 Agustus
ANGKOT : Mobil angkutan umum  yang akan menjadi Angkot Pelajar parkir di sela-sela sosialisasi angkutan pelajar gratis di Mini Block Office, Kota Malang. (Reihan/Mt)

MALANGTREND.ID – Kabar yang ditunggu akhirnya datang juga. Setelah sempat mundur dari jadwal awal, program Angkot Pelajar Gratis Kota Malang dipastikan mulai beroperasi pada Senin, 31 Agustus 2026.

Sebanyak 96 armada angkot bakal mulai mengaspal sejak pukul 05.00 WIB, sebelum diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang dalam launching yang dijadwalkan pukul 08.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan seluruh sopir sudah dikumpulkan untuk mendapatkan pembekalan teknis sekaligus memahami standar pelayanan yang wajib dipatuhi.

“Jalan dulu tidak apa, tapi secara resmi kami lakukan pada 31 Agustus. Iya, Senin pagi, mulai pukul 05.00 itu mereka harus sudah berjalan semuanya. Kemudian pukul 08.00 mengikuti launching, dilakukan secara resmi oleh Bapak Wali Kota,” terang Jaya, sapaan akrabnya.

Sopir Wajib Tertib, Dilarang Merokok hingga Catcalling

Sebelum resmi beroperasi, seluruh pengemudi mendapat pembekalan dari Dishub bersama kepolisian dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Selain wajib memiliki SIM, STNK, dan KTP, para sopir juga diminta mematuhi aturan lalu lintas dan memberikan pelayanan yang aman serta ramah kepada pelajar.

Ada beberapa aturan yang wajib dipatuhi, di antaranya:

  • Tidak boleh mengemudi ugal-ugalan.
  • Wajib mematuhi rambu lalu lintas.
  • Dilarang merokok saat bertugas.
  • Dilarang melakukan kekerasan fisik.
  • Dilarang melakukan pelecehan, termasuk catcalling maupun kekerasan seksual.

“Kami minta semuanya agar berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kalau ada kebiasaan yang kurang baik selama ini supaya ditinggalkan saja,” tuturnya.

Pendapatan Sopir Disesuaikan Kinerja

Program Angkot Pelajar menggunakan skema Buy The Services (BTS) dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar.

Dishub bekerja sama dengan Koperasi Setia Kawan untuk mengelola operasional sekaligus pembayaran kepada para sopir.

Besaran pendapatan nantinya dihitung berdasarkan kinerja pelayanan, dengan tarif sekitar Rp6.250 per kilometer.

Menurut Jaya, sistem ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para sopir angkot yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan penumpang.

Semua Armada Dipasang GPS

Menariknya, seluruh armada Angkot Pelajar telah dipasang GPS yang akan memantau operasional secara real-time.

Artinya, jika ada sopir yang keluar dari rute yang telah ditentukan, kinerjanya akan langsung tercatat dan berpotensi memengaruhi pembayaran.

“Di mobilnya ini kan sudah terpasang GPS. Jadi akan ketahuan kalau keluar jalur. (Pembayarannya) berdasarkan hasil GPS,” ujar Sekretaris Koperasi Setia Kawan, Bambang Soenarjo.

Sopir: Semoga Bisa Jadi Harapan Baru

Salah satu sopir peserta program, Bung Ali, mengaku optimistis program ini bisa menjadi angin segar bagi para pengemudi angkot di Kota Malang.

Menurutnya, selama ini pendapatan sopir angkot terus menurun karena sepinya penumpang.

“Mungkin gampang sekali itu. Kalau waktu kendaraan jalan, nggak merokok itu bisa. Terus pakaian rapi, insya Allah bisa. Merokoknya itu setelah mengantar tidak apa-apa, kan paling cuma setengah jam saja nggak merokok,” ucap Ali.

Ia mengaku, dalam sehari terkadang hanya membawa pulang Rp25 ribu hingga Rp30 ribu, bahkan tak jarang uang yang didapat belum cukup untuk menutup biaya bahan bakar.

“Selama ini dalam sehari bawa pulang uang sangat minim. Rp25 ribu, Rp30 ribu itu sudah banyak sekarang. Kadang itu juga nggak dapat dan akhirnya bensin nggak balik, biasa,” ungkapnya.

Dengan mulai berjalannya program Angkot Pelajar, para sopir berharap angkot kembali menjadi transportasi yang diminati sekaligus memberi penghasilan yang lebih layak. (ian/bua)