Malangtrend.id – Pengepul barang rongsokan di Jalan Abdulrachman Wahid, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang mendadak dikejutkan oleh sebuah mortir di antara tumpukan besi. Amunisi peledak itu ditemukan di gudang pengepul barang rongsokan pada Sabtu (18/7) dan langsung dilaporkan ke Polres Malang guna mengamankan lokasi. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki asal usul mortir tersebut.
Polres Malang kemudian berkoordinasi dengan tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan mortir tersebut ditemukan seorang pengepul rongsokan saat sedang memilah tumpukan besi sekitar pukul 10.45 WIB.
“Penemuan berawal saat pemilik gudang sedang memilah barang rongsokan dan mendapati benda yang diduga mortir di antara tumpukan besi. Karena khawatir membahayakan, yang bersangkutan segera melaporkan temuannya kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian,” kata Budiono, Minggu (19/7).
Polisi kemudian datang dan memasang garis pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah masyarakat mendekat sembari menunggu kedatangan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jatim.
Menurut AKP Budiono, setelah dilakukan asesmen oleh tim Gegana, mortir tersebut selanjutnya dievakuasi untuk dimusnahkan melalui prosedur disposal di kawasan Taman Loropangkon, Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen, sekitar pukul 16.00 WIB.
“Penanganan dilakukan sesuai prosedur oleh tim Gegana Brimob Polda Jatim. Proses disposal berjalan dengan aman dan terkendali sehingga tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar,” katanya.
Budiono menambahkan, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul mortir tersebut dan bagaimana benda itu dapat berada di gudang rongsokan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda yang diduga bahan peledak maupun amunisi. Segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus,” pungkasnya. (den/jon)