Skip to main content

Malang Trend

Resmi Mengaspal! Angkot Pelajar Gratis Kota Malang, Banyak Siswa Masih Belum Tahu

Resmi Mengaspal! Angkot Pelajar Gratis Kota Malang, Banyak Siswa Masih Belum Tahu

MALANGTREND.ID – Program Angkot Pelajar Gratis akhirnya resmi beroperasi di Kota Malang mulai Senin (31/8). Puluhan angkot dengan stiker khusus mulai mengangkut para pelajar menuju sekolah pada hari pertama pelaksanaan.

Meski sudah resmi mengaspal, suasana di hari perdana masih terlihat cukup lengang. Banyak armada belum terisi penuh karena masih banyak siswa yang belum mengetahui adanya layanan transportasi gratis tersebut.

Salah satunya dirasakan Melisa, siswi SMAN 1 Malang, yang baru mengetahui program ini saat hendak berangkat sekolah.

“Baru tahu ini tadi, saya tanya-tanya ke sopirnya untuk rutenya. Baru pertama naik ini, biasanya naik Bus Halokes. Kalau gratis ya bagus sih. Iya agak longgar juga,” katanya.

Banyak Siswa Masih Bingung Rute

Kondisi serupa juga terlihat saat jam pulang sekolah. Sejumlah sopir mengaku sudah bersiaga di titik penjemputan, namun jumlah penumpang masih belum maksimal.

Menurut Saiful, sopir angkot jalur LG, sebagian besar siswa masih belum familiar dengan rute maupun armada Angkot Pelajar.

“Anak sekolah mungkin bingung mas. Aslinya armada angkot dari tadi sudah standby, sesuai rute. Mungkin mereka juga bingung karena belum semua angkot ada nomor rute yang terpasang. Mungkin besok insya Allah sudah banyak penumpang yang tahu,” ujarnya.

Ia optimistis jumlah penumpang akan meningkat setelah para pelajar mulai terbiasa menggunakan layanan tersebut.

“Mungkin sudah sosialisasi. Tapi kan sejatinya sudah jauh-jauh hari. Rute 15 sama rute 14 tadi banyak penumpangnya,” tambahnya.

Sopir Dipantau GPS dan Wajib Patuhi SOP

Program ini resmi diluncurkan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran Forkopimda di Balai Kota Malang.

Menurut Wahyu, proses persiapan membutuhkan waktu cukup panjang karena pemerintah harus memastikan regulasi, kelayakan armada, hingga standar pelayanan benar-benar siap sebelum dijalankan.

Seluruh angkot yang mengikuti program juga dipasang GPS sehingga operasionalnya dapat dipantau secara real-time.

“Kemudian ada tata cara atau aturan yang dilakukan oleh semua pengemudi, karena kami pasang GPS. Tentu dari situ akan terpantau bagaimana mereka melewatinya, karena kita ada jalur yang ditetapkan. Juga ada perilaku-perilaku yang sudah kami sampaikan kepada pengemudi agar tidak merokok, tidak boleh pakai celana pendek, dan bersikap sopan,” jelas Wahyu.

Ia berharap skema Buy The Service (BTS) ini tak hanya meningkatkan kualitas layanan angkutan umum, tetapi juga mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kalangan pelajar.

“Tentunya ini pemerintah juga tetap meminta masukan dari warga, dari pelajar, agar nanti angkutan pelajar ini bisa lebih baik. Karena ini kan baru pertama,” tambahnya.

Baru 66 Armada yang Beroperasi

Pada hari pertama, baru 66 armada yang beroperasi dari total kuota 96 angkot yang disiapkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan masih ada 30 armada yang sedang melengkapi berbagai persyaratan administrasi dan kelayakan.

Beberapa syarat yang wajib dipenuhi antara lain lulus uji KIR, memiliki SIM aktif, serta melengkapi dokumen kendaraan lainnya.

“Tidak ada deadline-nya. Sementara cukup untuk meng-handle seperti yang selama ini di-cover bus sekolah,” tandasnya.

Dishub berharap dalam beberapa hari ke depan semakin banyak armada yang bergabung, sehingga layanan Angkot Pelajar Gratis bisa menjangkau lebih banyak siswa di berbagai wilayah Kota Malang.(ian/bua)