Skip to main content

Malang Trend

SPMB SMK PGRI 3 Malang Diserbu! Antrean Sudah Mengular Sebelum Tengah Malam, Kuota Tetap 997 Siswa

SPMB SMK PGRI 3 Malang Diserbu! Antrean Sudah Mengular Sebelum Tengah Malam, Kuota Tetap 997 Siswa
Panitia SPMB SMK PGRI 3 Malang melayani calon siswa baru bersama orang tua dengan sepenuh hati.

MALANGTREND.ID – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK PGRI 3 Malang (Skariga) tahun ajaran 2027/2028 langsung diserbu calon peserta didik. Bahkan, sebelum pendaftaran resmi dibuka pada Sabtu (10/10) pukul 00.01 WIB, ratusan calon wali murid sudah memadati area sekolah sejak Jumat (9/10) malam.

Sekitar pukul 23.23 WIB, antrean mulai mengular. Hingga Sabtu pagi, lebih dari 150 pendaftar telah menjalani proses verifikasi berkas. Sementara itu, diperkirakan 300 hingga 500 orang lainnya masih menunggu giliran di luar area pendaftaran.

Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. M. Lukman Hakim, ST., MM., menyebut tingginya antusiasme masyarakat merupakan hasil dari kepercayaan yang terus dibangun sekolah selama ini.

Menurutnya, konsistensi antara promosi dan kualitas pendidikan yang benar-benar dirasakan siswa menjadi kunci utama menjaga kepercayaan para orang tua.

“Apa yang kami sampaikan saat promosi harus benar-benar ada, terbukti, dan nyata di SMK PGRI 3. Jangan sampai masyarakat tidak menemukan apa yang kami janjikan setelah anaknya masuk,” ujarnya.

Kuota Tetap, Seleksi Tetap Jalan

Meski jumlah pendaftar membludak, pihak sekolah memastikan tidak akan menambah kuota. Tahun ajaran 2027/2028, Skariga hanya menerima 997 siswa, sesuai kapasitas sekolah dan ketentuan yang berlaku.

Seluruh calon peserta didik juga wajib mengikuti tahapan seleksi yang telah ditetapkan.

Lukman mengungkapkan, sebagian besar siswa memilih Skariga karena ingin lebih siap masuk dunia kerja setelah lulus. Namun, tren lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan juga terus meningkat.

“Mayoritas siswa memilih Skariga dengan harapan dapat langsung bekerja setelah lulus. Sekitar 80 persen siswa kami memiliki orientasi memasuki dunia kerja. Namun, tren melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun TNI/Polri juga meningkat,” jelasnya.

Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja dan Kuliah

Untuk mendukung peluang tersebut, seluruh siswa diwajibkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik Nasional (TKAN).

Sekolah menyiapkan berbagai program pendampingan, mulai dari buku suplemen Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris hingga try out online yang digelar secara berkala.

Program pembinaan akademik tetap berjalan meski sebagian siswa sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di 15 kabupaten/kota yang tersebar di enam provinsi.

Selama proses SPMB berlangsung, seluruh guru dan tenaga kependidikan juga diterjunkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

“Bagi kami, penerimaan murid baru bukan sekadar agenda administratif, melainkan bentuk pengabdian sekolah kepada masyarakat,” tegas Lukman. (hud/bua)