Skip to main content

Malang Trend

Waspada! Influenza H3N2 Paling Banyak Ditemukan di Kota Malang, Dinkes Minta Warga Pakai Masker

MALANGTREND.ID – Kasus influenza kembali menjadi perhatian di Kota Malang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan tiga subtipe virus influenza yang beredar, dengan Influenza A subtipe H3N2 menjadi yang paling banyak terdeteksi.

Data tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan Influenza Like Illness (ILI) di sejumlah puskesmas.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 14 kasus Influenza A dan 1 kasus Influenza B tipe Victoria.

“Kasus influenza yang ada sekarang ini ada tiga subtipe. Yakni H3N2, H1N1, dan Victoria. Di Kota Malang berdasarkan hasil pemeriksaan influenza like illness di puskesmas, ada 10 H3N2, kemudian empat H1N1, dan influenza B Victoria satu,” kata Husnul, Senin (21/9).

Menurutnya, subtipe H3N2 perlu mendapatkan perhatian lebih karena keluhan yang ditimbulkan cenderung lebih banyak dibandingkan jenis influenza lainnya.

Meski begitu, masyarakat diminta tidak panik. Warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau badan terasa lemas dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, penggunaan masker saat berada di luar rumah atau di tempat ramai juga menjadi salah satu langkah pencegahan yang disarankan.

“Pengamanan diri juga perlu dipersiapkan. Dalam hal ini untuk mengurangi debu-debu yang masuk melalui saluran pernapasan dengan alat pelindung diri yang sederhana, misalnya masker. Masker digunakan ketika berkegiatan di luar maupun saat berada di komunitas atau kumpulan orang yang banyak,” jelasnya.

Tak hanya memakai masker, Husnul juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.

Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes Kota Malang juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui seluruh jaringan puskesmas.

“Puskesmas memberikan informasi, baik secara langsung maupun melalui media kepada masyarakat. Secara langsung bisa pada saat pelayanan posyandu, sedangkan secara tidak langsung saat di ruang tunggu pemeriksaan, juga ada media untuk memberikan informasi seputar influenza,” kata Husnul.

Kabupaten Malang Belum Temukan Kasus Influenza A

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memastikan hingga kini belum ditemukan kasus terkonfirmasi Influenza A di wilayahnya.

Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Malang, dr. Titis Ari R., mewakili Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo, menjelaskan bahwa Influenza A merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan dan memiliki gejala yang lebih berat dibanding flu biasa.

“Ciri-cirinya panas tinggi di atas 38 derajat celsius, batuk kering, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan ekstrem, dan sakit tenggorokan,” urainya.

Ia juga menegaskan bahwa influenza A berbeda dengan flu batuk pilek biasa karena berpotensi menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

“Flu biasa umumnya bersifat ringan dan terbatas pada saluran pernapasan atas. Sedangkan influenza A jauh lebih berat dan berpotensi memicu komplikasi serius,” beber drg. Wi, sapaan akrab drg. Wiyanto Wijoyo.

Meski demikian, kondisi di Kabupaten Malang masih terpantau aman.

“Untuk kasus menyerupai Influenza biasa atau ILI (Influenza Like Illness) dari Minggu pertama sampai minggu 35 sebanyak 19.994 kasus, cenderung stabil,” lanjut drg. Wi.

Saat ini, 39 puskesmas di Kabupaten Malang telah disiapkan untuk menangani pasien yang diduga mengalami influenza A.

Menurutnya, sebagian besar pasien dengan gejala ringan hingga sedang dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.

“Namun, sebagian besar kasus influenza Tipe A dengan gejala ringan hingga sedang sebenarnya bisa dituntaskan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit,” paparnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, menerapkan etika batuk, hingga melakukan vaksinasi influenza bila diperlukan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada terhadap penyebaran virus influenza A (termasuk varian H3N2) dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkas drg. Wiyanto Wijoyo. (ian/den/bua)