Malangtrend.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang.
Hal tersebut melihat beberapa waktu belakangan kerap terjadinya bencana hidrometeorologi yang berakibat pada kerusakan rumah warga. BPBD Kabupaten Malang memetakan 26 kecamatan yang rawan dilanda bencana hidrometeorologi.
“Berdasarkan data pemetaan dan hasil kajian BPBD, terdapat 26 dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang yang termasuk kategori rawan bencana hidrometeorologi,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kabupaten Malang, Zainuddin, Rabu (12/11) kemarin.
Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Udin, sapaan Zainuddin menguraikan, wilayah yang perlu diwaspadai antara lain rawan banjir atau bandang di wilayah Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, dan Wagir.
Rawan longsor juga di wilayah Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Tumpang, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Wagir, Kromengan, Ngajum dan Wonosari.
“Sedangkan, rawan angin kencang di Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Jabung, Tajinan, Poncokusumo, Bululawang, Gondanglegi, Sumberpucung, dan Kepanjen,” urai Udin.
Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat, lanjutnya, memeriksa dan memperkuat atap rumah, memastikan genteng, reng, dan usuk tidak lapuk serta terpasang kuat.
Kemudian, memangkas cabang pohon besar di sekitar rumah atau fasilitas umum yang berpotensi tumbang, membersihkan saluran air agar tidak tersumbat dan menimbulkan genangan.
“Kemudian megmankan peralatan listrik dan barang berharga, serta hindari berlindung di bawah pohon atau tiang listrik saat hujan deras,” tambah Udin, mengimbau. (den/jon/mtc)