Malangtrend.com – Panitia pelaksana (panpel) Arema FC menatap tegap jelang pertandingan kandang melawan Bali United yang akan digelar Jumat (6/3) malam ini di Stadion Kanjuruhan. Laga tersebut menjadi pertandingan malam pertama Arema FC di Kanjuruhan sejak terakhir melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 yang berujung pada Tragedi Kanjuruhan.
Ketua Panpel Arema FC Erwin Hardiyono menyebutkan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis sejak dua hari sebelum pertandingan. Tahapan tersebut dimulai dengan uji coba operasional pada H-2 dan dilanjutkan pemeriksaan akhir pada H-1 sebelum pertandingan berlangsung.
“Sejak H-2 kami sudah mulai uji coba di lapangan. Kemudian H-1 dilakukan final check untuk memastikan semua kesiapan berjalan sesuai rencana,” ujar Erwin kepada Malang Posco Media, Kamis (5/3) kemarin.
Untuk mendukung kelancaran laga, disiapkan 777 personel pengamanan yang akan bertugas menjaga kelancaran pertandingan. Jumlah tersebut terbilang cukup besar meskipun pertandingan tidak masuk kategori big match.
Selain itu, panpel juga menggelar simulasi pengamanan yang melibatkan berbagai unsur. Simulasi tersebut melibatkan koordinator lapangan (korlap) Aremania, steward, serta aparat kepolisian yang bertugas di pamtup (pengamanan tertutup) ring 1 stadion.
Menurut Erwin, peningkatan pengawasan menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pertandingan malam ini. Terutama dalam aspek keselamatan dan keamanan penonton yang berada di area stadion.
“Peningkatan pengawasan terutama untuk mengantisipasi aspek safety dan security. Pengamanan di bagian depan menjadi perhatian utama,” jelasnya.
Erwin menegaskan pihak panpel tidak merasa khawatir berlebihan. Namun kewaspadaan tetap menjadi prinsip utama agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan tertib.
“Kami tidak sampai was-was, tapi tentu harus lebih waspada,” tambahnya.
Sementara itu, hingga H-1 laga, tiket yang terjual berada di kisaran sekitar 1.500 lembar tiket. (ley/jon/mtc)