Skip to main content

Malang Trend

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Curvasud Pilih Sebar Kebaikan Lewat Doa dan Khitan Massal

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Curvasud Pilih Sebar Kebaikan Lewat Doa dan Khitan Massal
TAUSYIAH: Pengasuh Majelis Cangkru’an Aremania Curvasud Hisa Al Ayyubi memberikan tausiyah usai pembacaan doa dan tahlil untuk korban Tragedi Kanjuruhan di Jalan Patimura Kota Malang, Rabu (30/9) tadi malam.

MALANGTREND.ID – Empat tahun berlalu sejak Tragedi Kanjuruhan, suasana haru dan doa kembali menyelimuti Kota Malang. Momen refleksi itu diperingati Aremania Curvasud dengan cara yang penuh makna, bukan hanya mengirim doa untuk para korban, tetapi juga menghadirkan berbagai aksi sosial bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan digelar di Jalan Patimura, Kota Malang, mulai Rabu (30/9) malam hingga Kamis (1/10). Agenda diawali dengan sholawat, tahlil, dan santunan anak yatim, lalu berlanjut dengan khitan massal, pengobatan gratis, serta doa bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Malang bersama berbagai elemen masyarakat.

Pengasuh Majelis Cangkru’an Aremania Curvasud, Hisa Al Ayyubi, mengungkapkan peringatan tahun ini mencatat rekor baru. Program khitan massal diikuti 61 peserta, jumlah terbanyak sejak kegiatan tersebut digelar.

“Alhamdulillah, untuk yang dikhitan tahun ini memecahkan rekor, yakni tembus 61 orang, Kamis (1/10). Dan rekor lagi, peserta tertua usianya mencapai 37 tahun,” beber sosok yang akrab disapa Gus Hisa.

Menurutnya, peserta khitan tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak. Delapan peserta berusia di atas 20 tahun bahkan ikut ambil bagian, termasuk beberapa peserta dari luar Pulau Jawa yang mengikuti khitan karena alasan kesehatan maupun budaya.

“Tiap tahun memang ada orang yang cukup dewasa, ikut khitan bersama-sama dengan Aremania Curvasud ini. Momen peringatan ini kami isi dengan doa bersama, membaca Shalawat Nariyah, memohon agar seluruh amal ibadah para korban Tragedi Kanjuruhan diterima dan diampuni segala dosanya oleh Allah SWT,” tuturnya.

Aksi sosial tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurutnya, peringatan Tragedi Kanjuruhan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, bukan kembali membuka luka lama.

“Kita berkumpul di sini bukan untuk mengungkit luka, melainkan mengirimkan doa terbaik agar almarhum dan almarhumah mendapat tempat paling mulia di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ujar Wahyu.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Aremania Curvasud yang setiap tahun menghadirkan kegiatan sosial sebagai bagian dari peringatan Tragedi Kanjuruhan.

“Inilah semangat yang harus terus kita rawat di Kota Malang, gotong royong, aman, sportif, dan tentunya berjiwa kebersamaan. Menumbuhkan kebaikan dan melanjutkannya untuk mengenang mereka yang telah tiada,” katanya.

Selain Wali Kota Malang, kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Dedy Azis, Ketua Panitia Sam Ambon, keluarga besar Aremania Curvasud, serta jamaah Majelis Cangkru’an.(rex/bua)