Malangtrend.com – Dinas Kesehatan Kota Malang telah menyelesaikan inspeksi makanan dan minuman di berbagai Pasar Takjil di Kota Malang akhir Februari kemarin. Hasilnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif menyebut secara umum makanan minuman yang dijual di pasar musiman ketika Ramadan itu aman dikonsumsi.
Dari ratusan sampel yang telah diambil, mayoritas telah memenuhi syarat kesehatan berdasarkan hasil uji laboratorium dan relatif aman konsumsi.
“Secara umum sebagian besar itu memenuhi syarat, hanya sebagian kecil saja yang tidak memenuhi syarat. Kalau saya lihat di (rekap) Google Spreadsheet-nya teman-teman itu 98,8 persen yang memenuhi syarat,” terang Husnul, Selasa (3/3).
Dari lima wilayah kecamatan di Kota Malang, Husnul menyebut pihaknya mengambil sedikitnya 340 sampel makanan dan minuman di 19 titik pasar takjil. Pengambilan sampel itu dilakukan ketika inspeksi dari semua puskesmas, sejak 23 Februari hingga 28 Februari lalu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel itu, 101 sampel dari pasar takjil terdapat 9,9 persen yang terpapar bakteri ecoli. Artinya, ada 91 sampel telah memenuhi syarat kesehatan dan 10 sampel lainnya tidak memenuhi syarat.
Lalu juga ditemukan kandungan Rhodamin B ditemukan di empat sampel dari 69 sampel takjil. Dengan kata lain, 94,2 persen telah memenuhi syarat kesehatan dan 5,8 persen sisanya, tidak mememuhi syarat.
Walaupun temuan makanan tidak memenuhi syarat hanya sedikit, namun Husnul menegaskan pihaknya sudah memberi edukasi kepada penjual makanan dan minuman tersebut.
“Karena di situ sudah jelas alamatnya, namanya juga jelas, jadi kami sampaikan ke yang bersangkutan. Bahwa makanan atau minuman yang disajikan di pasar takjil itu mengandung bahan yang tidak direkomendasikan. Sehingga berikutnya diharapkan bahan-bahan itu sudah tidak terkandung lagi pada saat dia menyajikan di berikutnya,” tegas dia.
Kedepan, Husnul berharap pihaknya bisa memperluas edukasi berupa pelatihan penjamah makanan kepada pedagang kecil yang biasa berjualan di pasar takjil. Sebab, diakui belum semua pedagang menerima pelatihan tersebut, apalagi saat pasar takjil, biasanya lebih banyak pedagang dadakan. “Itu yang belum kami latih untuk pelatihan penjamah makanan tapi sudah mendapatkan informasi dari teman-teman,” tutupnya. (ian/aim)