Pengerahan helikopter untuk pemadaman api, Jumat (7/8). MPM – BPBD KABUPATEN MALANG
MALANGTREND.ID – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus digeber. Jumat (7/8), tiga helikopter water bombing diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang masih aktif.
Langkah ini dilakukan karena medan di kawasan pegunungan Bromo cukup ekstrem dan sulit dijangkau oleh tim pemadam yang bekerja lewat jalur darat. Dengan bantuan water bombing, proses pemadaman diharapkan bisa lebih cepat dan efektif.
Helikopter yang digunakan merupakan milik TNI AL dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sejak pagi, ketiga heli tersebut sudah terbang menyemprotkan air ke area yang masih dipenuhi kobaran maupun bara api.
“Kondisi wilayah terdampak kebakaran hutan meluas, diperkirakan luas lahan yang terbakar saat ini sekitar 135 hektare,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Jumat (7/8).
Sadono menjelaskan, operasi pemadaman dilakukan lewat dua jalur sekaligus, yakni udara dan darat. Sebelum proses penyiraman dimulai, satu helikopter milik TNI AL terlebih dulu melakukan pemantauan kondisi kebakaran dari udara.
Setelah itu, dua helikopter water bombing mulai menjatuhkan air ke titik api. Setiap sorti membawa sekitar 800 liter hingga ribuan liter air.
“Total bombing hari ini sebanyak 4.800 liter,” lanjut Sadono.
Sementara itu, tim gabungan di lapangan tetap bergerak melakukan pemadaman secara manual. Mereka membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas, sekaligus melakukan pembasahan pada sisa-sisa bara yang masih berpotensi memicu kebakaran ulang.
Operasi darat juga diperkuat dengan empat kendaraan tangki pemadam kebakaran yang berasal dari TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, serta BPBD Kabupaten Malang.
Kabar baiknya, wilayah administrasi Kabupaten Malang saat ini sudah dinyatakan bebas dari titik api. Meski begitu, petugas masih menemukan hot spot yang mengeluarkan asap di kawasan Pusung Ledok Bedor, sehingga proses pemadaman masih terus dilanjutkan.
“Wilayah administrasi Kabupaten Malang sudah tidak ada titik api. Hot spot (titik panas) masih berasap di area Pusung Ledok Bedor. Rencana operasi selanjutnya tetap dengan upaya water bombing dan operasi darat,” imbuh Sadono. (den/bua)





