MALANGTREND.ID – Program Angkot Pelajar Gratis Kota Malang tinggal selangkah lagi resmi beroperasi. Sebanyak 80 armada yang terpilih kini sudah dipasangi stiker identitas dan sistem GPS, tinggal menunggu proses audit koperasi selesai sebelum mulai mengangkut pelajar.
Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengatakan seluruh persiapan teknis hampir rampung. Jika audit koperasi berjalan sesuai jadwal, layanan angkot gratis ditargetkan mulai beroperasi pekan ini.
“Persiapan teknis menyisakan satu tahapan, yaitu audit koperasi oleh pihak eksternal. Kami upayakan Senin ini audit koperasi segera selesai. Kemungkinan Rabu mulai berjalan,” ujar Purwono, Minggu (9/8).
Menurutnya, audit koperasi merupakan syarat yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal). Selain memastikan administrasi lengkap, para sopir juga dibekali agar aktif berkomunikasi dengan orang tua pelajar selama layanan berlangsung.
Semua Armada Dipasang GPS, Penjemputan Dipantau Real Time
Seluruh armada yang terlibat dalam program ini telah dipasang GPS sehingga posisi kendaraan bisa dipantau secara real time. Sistem pemantauannya disebut mirip dengan yang digunakan pada armada Trans Jatim.
Purwono menegaskan, ketepatan waktu menjadi salah satu poin penting dalam layanan ini. Para sopir diminta sudah siap beroperasi sejak pagi agar tidak membuat pelajar terlambat berangkat ke sekolah.
“Seluruh armada yang terpilih telah dipasang GPS (alat pelacak), sehingga bisa diketahui posisi kendaraan. Kami juga tekankan untuk tidak terlambat dalam penjemputan. Jam 5 pagi harus sudah siap,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyebut audit koperasi menjadi tahapan terakhir sebelum program resmi dijalankan.
“Tinggal proses audit saja di sisi mereka terutama untuk koperasi. Tinggal sedikit saja, yang pasti dalam waktu dekat bisa berjalan,” ujarnya.
Widjaja memastikan seluruh 80 angkot yang terpilih telah memenuhi standar keselamatan. Armada tersebut sudah lolos Uji KIR serta memiliki Kartu Pengawasan (KPS) sehingga dinyatakan layak mengangkut pelajar.
“Karena yang diangkut adalah masyarakat, khususnya para pelajar, maka kendaraan yang digunakan memang harus yang benar-benar layak beroperasi,” tegasnya.
Dengan persiapan yang hampir selesai, program Angkot Pelajar Gratis diharapkan bisa menjadi solusi transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau bagi siswa di Kota Malang. (ian/bua)





