Skip to main content

Malang Trend

Ketua DPRD Kota Malang Kenang Cak No: Bass Drum-nya Masih Menggema di Hati Aremania

Ketua DPRD Kota Malang Kenang Cak No: Bass Drum-nya Masih Menggema di Hati Aremania
SOLIDARITAS: Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita SS bersama Mbak Yuli, istri mendiang Cak No, Selasa (11/8).

MALANGTREND.ID – Peringatan HUT ke-39 Arema FC menjadi momen refleksi bagi banyak pihak, termasuk Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita. Perempuan yang akrab disapa Mia itu memilih mengenang sosok-sosok yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Singo Edan, salah satunya almarhum Cak No, penabuh bass drum legendaris Aremania.

Dalam rangkaian peringatan HUT Arema, Mia mengunjungi istri mendiang Cak No, Mbak Yuli, di warung miliknya di kawasan Jalan Ahmad Yani Suprapto (JA Suprapto), Kota Malang. Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada keluarga yang selama ini turut menjadi bagian dari perjalanan Arema.

Menurut Mia, ulang tahun ke-39 Arema menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingat sejarah dan jasa para pendahulu yang telah membangun identitas klub maupun Aremania.

“Selamat ulang tahun Aremaku ke-39 tahun. Tahun ini kita mengambil langkah berkontemplasi dan tidak melupakan sejarah. 39 tahun Arema telah mewarnai jiwa-jiwa Arek Malang, karakter yang ditanamkan kepada para generasi biru salah satunya melalui lantunan dan hentakan bass drum almarhum Cak No di arena gelanggang pertempuran,” kata Mia.

Ia juga mengingat peran besar Mbak Yuli yang selalu setia mendampingi dan mendoakan almarhum Cak No setiap kali Arema bertanding.

“Di balik tugas almarhum Cak No semasa hidupnya memberikan karakter kepada para generasi biru. Ada Mbak Yuli (istri mendiang Cak No) sosok perempuan yang selalu berdoa atas keselamatan dan kesehatan Cak No selama di arena gelanggang pertempuran.”

Tak lupa, Mia menyampaikan rasa terima kasih kepada keduanya.

“Terima kasih almarhum Cak No. Dan terima kasih Mbak Yuli. Bass drum mu tidak hanya terdengar di telinga kami tetapi tetap menggema di jiwa kami,” lanjutnya.

Arema Lebih dari Sekadar Klub Sepak Bola

Bagi Mia, Arema bukan hanya sebuah tim sepak bola, melainkan simbol persaudaraan yang telah menyatukan masyarakat Malang Raya selama puluhan tahun.

Ia menilai semangat kebersamaan Aremania tetap terasa kuat, bahkan hingga para pendukung yang berada di luar Malang. Nilai gotong royong dan kekeluargaan yang tumbuh di tengah komunitas Aremania menjadi cerminan keberagaman yang tetap bersatu.

Karena itu, Mia mengajak seluruh Aremania untuk terus menghargai jasa para tokoh yang telah memberi warna dalam perjalanan Arema.

“Agar tetap mengenang memori semangat dan keluarga. Salah satu contohnya Mbak Yuli, istri mendiang Cak No,” ujarnya.

Menurutnya, kesetiaan Mbak Yuli yang selalu menunggu dan mendoakan Cak No saat bertugas mendukung Arema di stadion menjadi bagian dari kisah yang tak boleh dilupakan.

Di akhir pesannya, Mia berharap Arema FC terus menjadi perekat persaudaraan masyarakat Malang sekaligus mampu meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.

Ia juga mengapresiasi perayaan HUT ke-39 Arema FC yang dinilai tidak hanya mempererat kebersamaan Aremania, tetapi juga ikut menggerakkan pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan yang digelar selama peringatan hari jadi Singo Edan. (van)