Skip to main content

Malang Trend

Nggak Sampai 2 Ribu Penonton, Arema FC Harus Tombok di Laga Perdana

Nggak Sampai 2 Ribu Penonton, Arema FC Harus Tombok di Laga Perdana

MALANGTREND.ID – Arema FC memang sukses membuka Super League 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC. Sayangnya, hasil manis di lapangan belum sejalan dengan kondisi di tribun Stadion Kanjuruhan.

Laga perdana Singo Edan, Jumat (4/9), hanya dihadiri 1.767 penonton. Angka itu jauh dari target minimal 6.000 penonton yang sebelumnya disampaikan CEO Arema FC, Iwan Budianto.

Target 6.000, yang Datang Baru 1.767

Jumlah penonton diumumkan panitia pelaksana saat pertandingan babak kedua berlangsung.

Meski tribun VIP terlihat cukup ramai, area ekonomi di sisi timur, utara, dan selatan masih dipenuhi kursi kosong. Bahkan hingga sekitar 30 menit sebelum kick-off, arus kedatangan penonton masih terbilang minim.

Padahal, manajemen sudah memberikan diskon tiket khusus pemegang KTA Aremania Utas. Namun, promo tersebut belum mampu mendongkrak jumlah penonton.

Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab, mulai dari harga tiket yang masih dianggap mahal, pertandingan digelar pada hari kerja, hingga lawan yang bukan termasuk laga big match.

CEO Arema: 6.000 Penonton Baru Bisa Balik Modal

Iwan Budianto mengakui kondisi ekonomi saat ini memang membuat suporter berpikir dua kali sebelum membeli tiket pertandingan.

Namun, ia juga menjelaskan bahwa biaya menggelar pertandingan setelah Tragedi Kanjuruhan meningkat drastis.

“Saya paham dan saya sekali lagi mohon maaf, teman-teman Aremania, di situasi ekonomi yang sulit ini kita harus set up harga Rp150 ribu. Tapi, Rekan-rekan Aremania juga harus tahu. Rp150.000 itu ketika teman-teman nonton cuma 5.000 orang, bahkan Arema itu tidak dapat Rp1 pun.”

IB bahkan mengatakan Arema masih harus mengeluarkan uang tambahan apabila jumlah penonton belum mencapai titik impas.

“Tolonglah minimal kalian nonton 6.000 orang aja satu pertandingan. Supaya biaya penyelenggaraan bisa tertutup. Jangan mikir bantu tim atau beli pemain, supaya kita tidak keluar duit lagi aja,” lanjutnya.

Tetap Tombok Meski Menang

Karena jumlah penonton di laga perdana bahkan belum mencapai 2.000 orang, manajemen Arema FC dipastikan masih harus tombok untuk menutup biaya operasional pertandingan.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada rencana menurunkan harga tiket.

Harga tiket kandang Arema FC masih sama seperti musim lalu, yakni:

  • Ekonomi Utara & Selatan: Rp125 ribu
  • Ekonomi Timur: Rp150 ribu
  • VIP B: Rp250 ribu
  • VIP A: Rp300 ribu
  • VVIP: Rp450 ribu

Biaya Laga Kini Jauh Lebih Mahal

IB juga membandingkan kondisi saat ini dengan era sebelum Tragedi Kanjuruhan.

Kala itu, pertandingan dengan puluhan ribu penonton masih mampu menghasilkan keuntungan besar. Sekarang, biaya penyelenggaraan melonjak hingga ratusan juta rupiah.

“Sekarang ini, bahkan pertandingan yang tidak ada penontonnya ini, low risk. Saya lihat ada satu pertandingan Rp880 juta. Setelah kita hitung, kalau yang nonton 6.000, itu baru BEP (Break Even Point),” jelasnya.

Artinya, meski Arema FC sukses meraih tiga poin di laga pembuka, pekerjaan rumah di luar lapangan masih belum selesai. Salah satunya adalah mengembalikan atmosfer Kanjuruhan agar kembali dipenuhi Aremania sepanjang musim ini.(bua)