Wali Kota Malang Wahyu Hidayat
MALANGTREND.ID – Ada kabar yang bikin ribuan guru PAUD di Kota Malang sedikit lega. Pemkot Malang kembali mengupayakan kenaikan insentif bulanan dari Rp750 ribu menjadi Rp1 juta.
Meski begitu, rencana ini belum bisa langsung direalisasikan. Kenaikan insentif masih menunggu kondisi keuangan daerah dan bakal dibahas dalam penyusunan APBD 2027.
Masih Menunggu Kondisi Anggaran
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, peluang kenaikan insentif tetap terbuka jika kondisi anggaran daerah kembali normal.
“Kami akan kaji, kalau memang anggarannya tersedia bisa memungkinkan tunjangan naik. Kan ini masih ada efisiensi, tahun depan bagaimana kan tidak tahu. Kami akan evaluasi,” terang Wahyu.
Saat ini, sekitar 2.300 guru PAUD menerima insentif dari Pemkot Malang. Jika nominalnya naik menjadi Rp1 juta per bulan, tentu kebutuhan anggaran juga akan ikut bertambah.
Bakal Dibahas Bareng DPRD
Pemkot Malang akan menghitung terlebih dahulu kebutuhan anggaran sebelum membahasnya bersama DPRD Kota Malang.
“Kami akan menghitung dulu kebutuhannya berapa. Akan kami bahas nanti dengan dewan,” tambah Wahyu.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita atau yang akrab disapa Mia juga menilai peluang kenaikan insentif lebih realistis direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Menurutnya, jika dilakukan pada perubahan anggaran 2026, pemerintah harus lebih dulu mengubah regulasi, termasuk Peraturan Wali Kota (Perwal).
“Karena kalau untuk mengubah di akhir PAK ini, sepertinya butuh mengubah aturannya juga, Perwalnya harus diubah. Maka apabila ingin menyesuaikan itu, yang memungkinkan di 2027,” ujarnya.
Sudah Diusulkan Sejak Lama
Mia mengungkapkan, wacana menaikkan insentif guru PAUD sebenarnya bukan hal baru. DPRD sudah pernah mengusulkan nominal Rp1 juta per bulan sejak beberapa tahun lalu.
Namun, realisasinya tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah, terutama besaran dana transfer dari pemerintah pusat.
“Sebetulnya tahun-tahun lalu pun kami sudah merencanakan, waktu itu jadi Rp1 juta. Jadi mudah-mudahan nanti di tahun anggaran berikutnya bisa kami tambahkan. Tapi nanti kami lihat hitungan dan kemampuan anggarannya,” pungkasnya.(ian/bua)





