Skip to main content

Malang Trend

Next Level! Kota Batu Sulap Lahan 2,6 Hektare Jadi Kawasan Smart Farming

Inilah grand design atau konsep disain Smart Integrated Farming (SIF) Giripurno Kota Batu. MPM/MT – DISTAN KP Kota Batu

MALANGTREND.ID – Kota Batu lagi siap naik level di sektor pertanian. Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) tengah menyiapkan program Smart Farming di Desa Giripurno sebagai langkah menghadapi berkurangnya lahan pertanian sekaligus mengajak lebih banyak anak muda terjun ke dunia tani.

    Saat ini, program tersebut masih masuk tahap penyusunan grand design dan dikerjakan bersama tim dari Universitas Brawijaya. Pembangunan fisiknya ditargetkan dimulai pada 2027 dan berlanjut hingga 2028.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan fokus tahun ini masih pada persiapan konsep dan perencanaan teknis.

    “Tahun ini kami menargetkan kegiatan nonfisik, seperti penyusunan grand design serta Detail Engineering Design (DED) bangunan di dalamnya. Pembangunan fisiknya baru akan dimulai tahun depan hingga 2028,” ujar Hendry kepada Malang Posco Media, Kamis (10/9).

    Program Smart Farming ini akan dibangun di atas lahan aset milik Pemkot Batu seluas 2,6 hektare yang berada di Desa Giripurno. Nantinya, kawasan tersebut bukan sekadar lahan pertanian, tetapi akan menjadi pusat pertanian modern yang terintegrasi.

    Berbagai fasilitas bakal melengkapi kawasan ini, mulai dari gedung perkantoran, sistem irigasi dan tandon air, greenhouse, kandang ternak, kolam budidaya ikan, hingga fasilitas produksi pupuk organik.

    Menariknya lagi, kawasan ini juga akan mengusung konsep zero waste dengan menghadirkan unit pengolahan sampah agar limbah pertanian bisa dimanfaatkan kembali.

    “Juga ada unit pengolahan sampah. Jadi di sana nanti zero waste, ya. Di sana nanti menanam komoditas yang prioritas di pasar. Kami akan berkomunikasi dengan kelompok tani setempat untuk proses budidaya,” lanjut Hendry.

    Tak hanya itu, konsep Smart Integrated Farming (SIF) juga akan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus produktivitas hasil pertanian.

    Menurut Hendry, pembangunan kawasan ini menjadi salah satu solusi atas semakin menyusutnya lahan pertanian di Kota Batu yang banyak beralih fungsi menjadi kawasan permukiman maupun sektor pariwisata.

    “Karena semakin berkurangnya lahan di Kota Batu ini, smart farming di Giripurno sebagai pilot project agar ke depan bisa dikembangkan di masing-masing desa,” jelas Hendry.

    Selain persoalan lahan, Pemkot Batu juga ingin menjawab tantangan minimnya regenerasi petani. Kehadiran Smart Farming diharapkan mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian yang kini mulai didukung teknologi modern.

    “Regenerasi petani juga lambat dan semakin menurun. Smart farming diharapkan dapat melibatkan pemuda untuk tertarik dalam pertanian,” imbuh Hendry.(den/bua)