Kebakaran melanda ruang perpustakaan dan ruang kesenian SMPN 7 Malang yang berada di Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.
MALANGTREND.ID – Suasana tenang di SMPN 7 Malang mendadak berubah mencekam, Minggu (20/9) siang. Kebakaran melanda ruang perpustakaan dan ruang kesenian sekolah yang berada di Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Petugas pemadam kebakaran bersama warga juga berhasil menyelamatkan sejumlah barang penting, termasuk seperangkat gamelan.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu, penjaga sekolah yang sedang melakukan pengecekan rutin melihat kepulan asap muncul dari salah satu ruangan.
Tak lama kemudian, ia langsung menuju sumber asap. Namun sesampainya di lokasi, api sudah membesar dan mulai membakar bagian ruangan.
“Mengetahui kejadian tersebut, saksi meminta pertolongan warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke Damkar,” kata Kapolsek Kedungkandang Kompol M. Roichan.
Sekitar pukul 12.30 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Bersama warga, mereka juga mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Mayoritas barang yang berhasil diamankan berupa buku perpustakaan. Hal itu karena ruangan yang terbakar memang difungsikan sebagai tempat penyimpanan koleksi buku.
Menurut Roichan, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga api berasal dari tumpukan kayu yang berada di bagian belakang ruang perpustakaan. Kobaran api kemudian merambat ke plafon berbahan kayu hingga akhirnya mengenai dua ruangan sekaligus.
“Titik apinya dari tumpukan kayu yang ditaruh di ‘lompongan’ belakang ruang perpustakaan. Kemudian menyambar ke plafon yang didominasi terbuat dari kayu,” jelasnya.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih didalami polisi. Termasuk kemungkinan adanya aktivitas pembakaran maupun faktor lain yang memicu munculnya api.
Sementara itu, Kepala SMPN 7 Malang Ida Wahyuni membenarkan dua ruangan yang terdampak adalah ruang perpustakaan dan ruang kesenian.
Ia mengapresiasi gerak cepat petugas Damkar dan warga yang berhasil mengendalikan kobaran api sehingga kerusakan tidak semakin meluas.
Salah satu barang berharga yang berhasil diselamatkan adalah seperangkat gamelan yang berada di ruang kesenian.
“Di ruang kesenian itu ada gamelan, oleh petugas berhasil dikeluarkan. Buku yang terbakar juga buku yang sudah tidak terpakai,” ujar Ida.
Ida juga bersyukur kebakaran terjadi saat hari libur sekolah sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun membahayakan siswa.
Pihak sekolah pun telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan Kota Malang dan berharap segera ada perbaikan terhadap bangunan yang terdampak.
“Ini juga sudah saya laporkan ke Diknas dan infonya akan diusulkan untuk adanya revitalisasi,” tandasnya. (ian/bua)





