Skip to main content

Malang Trend

Asap Tebal hingga Korban Jiwa! Ini Kronologi Kebakaran Toko Madura di Kota Malang

Asap Tebal hingga Korban Jiwa! Ini Kronologi Kebakaran Toko Madura di Kota Malang
Foto: Firman/MT

MALANGTREND.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah warung kelontong atau Toko Madura di perempatan Jalan Galunggung, Kota Malang, Selasa (22/9) pagi. Insiden ini menewaskan satu orang, sementara satu korban lainnya mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan rekannya.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

“Yang pertama, kami dari UPT Damkar Kota Malang mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya terhadap atas meninggalnya, ya, satu korban jiwa, dan kemudian satu korban luka dalam peristiwa terbakarnya sebuah warung kelontong, ya,” ungkap Pandu.

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 08.30 WIB. Tak lama berselang, lima unit mobil pemadam dengan 15 personel langsung diterjunkan menuju lokasi.

Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 08.45 WIB. Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.45 WIB.

“Alhamdulillah saat ini 10.45 dapat kita akhiri. Jadi operasi ini kita selesaikan dalam waktu dua jam dengan mengerahkan lima unit kendaraan, 15 personil, dan juga penggunaan sumber daya air 32.000 liter, ya,” jelasnya.

Korban Ditemukan di Dalam Bak Mandi

Selama proses pemadaman, petugas menghadapi kepulan asap tebal yang memenuhi bangunan. Kondisi itu memaksa petugas menggunakan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) agar bisa masuk ke dalam lokasi kebakaran.

Korban meninggal dunia diketahui berjenis kelamin laki-laki. Ia ditemukan di lantai dua bangunan, tepatnya berada di dalam bak mandi. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSSA Malang.

Sementara itu, seorang pria lainnya mengalami luka bakar dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Menurut Pandu, korban yang meninggal diduga berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di dalam bak mandi. Namun, keputusan tersebut justru membuatnya terjebak asap pekat.

“Untuk korban yang meninggal ditemukan di lantai dua, ya, tepatnya di dalam bak mandi. Mungkin yang bersangkutan mencari perlindungan di bak mandi, namun itu adalah langkah yang keliru, karena tidak didapati jalur evakuasi di situ. Sehingga korban terjebak dalam kepulan asap yang, membuat sesak napas,” papar mantan Sekretaris Lurah Tunjungsekar tersebut.

Diduga Berawal Saat Memasak Mi

Berdasarkan informasi awal yang diterima Damkar, api diduga berasal dari lantai satu bangunan.

Saat kejadian, penjaga toko disebut sedang memasak mi. Api kemudian diduga menyambar jeriken berisi bensin yang berada di sekitar lokasi sehingga kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bangunan.

Korban yang mengalami luka bakar diduga sempat berusaha menyelamatkan rekannya yang sedang tertidur di lantai dua setelah selesai menjalani sif jaga malam.

Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil. Korban yang berada di lantai atas ditemukan meninggal dunia akibat terjebak kepulan asap.

Petugas juga menemukan fakta lain yang cukup menjadi perhatian. Di lokasi kebakaran tidak ditemukan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang seharusnya bisa menjadi penanganan awal saat api mulai muncul.

“APAR kami tidak menemukan di lokasi, Mas, ya. Kami tidak menemukan APAR di lokasi, baik di toko kelontong yang terbakar maupun di ruko kanan-kirinya, sehingga ketika petugas datang memang kondisi api sudah luar biasa besar,” tutupnya. (fir/bua)