MALANGTREND.ID – Tragedi kebakaran yang menewaskan satu orang di ruko Jalan Raya Tidar, Kota Malang, Selasa (22/9), menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan kebakaran, terutama di bangunan bertingkat maupun bangunan berukuran besar.
Selain harus memiliki alat pemadam, setiap bangunan juga diharapkan dilengkapi jalur evakuasi dan pintu darurat agar penghuni memiliki akses penyelamatan saat kondisi darurat.
Data UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Satpol PP Kota Malang menunjukkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah terjadi 85 kasus kebakaran di Kota Malang.
Dalam tiga bulan terakhir, jumlah kejadian bahkan meningkat cukup tajam seiring musim kemarau yang membuat api lebih cepat merambat.
Kepala UPT PMK Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan peningkatan mulai terlihat sejak Juni.
“Terjadi peningkatan signifikan mulai Juni sampai Agustus. Ini dipengaruhi oleh faktor kemarau kering dan panas yang menyebabkan percepatan perambatan api, khususnya pada objek sampah dan semak-semak kering,” ujar Pandu Rizki.
Berdasarkan data UPT PMK, jumlah kebakaran pada Juni tercatat tujuh kasus, kemudian melonjak menjadi 22 kasus pada Juli, dan kembali meningkat menjadi 28 kasus selama Agustus.
Lahan Kering Jadi Objek Kebakaran Terbanyak
Rekapitulasi UPT PMK menunjukkan kebakaran paling banyak terjadi di lahan terbuka dan semak kering dengan total 36 kasus atau sekitar 42 persen dari seluruh kejadian.
Disusul kebakaran rumah dan permukiman sebanyak 14 kasus, instalasi listrik sembilan kasus, fasilitas umum tujuh kasus, serta pergudangan lima kasus.
Untuk wilayah, Kecamatan Lowokwaru menjadi daerah dengan angka kebakaran tertinggi, yakni 23 kejadian.
Sementara Kecamatan Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang masing-masing mencatatkan 18 kejadian.
“Untuk tingkat kelurahan, ada tiga kelurahan dengan persentase kejadian tertinggi di Kota Malang, yaitu Kelurahan Bandungrejosari, Lesanpuro, dan Tulusrejo yang masing-masing mencatatkan lima kasus kebakaran,” jelasnya.
Kerugian Capai Rp4,4 Miliar
Penyebab kebakaran selama 2026 paling banyak berasal dari perambatan api atau panas dengan 25 kejadian.
Selain itu, dugaan sabotase atau kesengajaan menyumbang 23 kasus, sedangkan korsleting listrik menjadi penyebab 18 kejadian.
Total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp4,405 miliar, dengan wilayah Kedungkandang mengalami kerugian terbesar.
Meski begitu, petugas Damkar berhasil menyelamatkan aset senilai lebih dari Rp3,3 miliar selama proses pemadaman.
Tak hanya menangani kebakaran, UPT PMK Kota Malang juga mencatat 686 operasi non-fire rescue sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Mayoritas berupa penyelamatan hewan seperti ular dan sarang tawon, disusul evakuasi cincin yang tersangkut hingga penanganan kecelakaan transportasi.
Damkar Ingatkan Warga Lebih Waspada
Melihat tingginya angka kebakaran selama musim kemarau, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan kompor, instalasi listrik, maupun saat membersihkan lahan.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Malang untuk selalu waspada, terutama di tengah situasi kemarau kering dan panas. Jangan sembarangan menyalakan api. Pastikan kompor mati saat meninggalkan rumah, cek kebocoran regulator tabung gas, serta cabut perangkat elektronik yang tidak digunakan,” imbau Pandu.
Menurutnya, hingga kini pihak Damkar belum memiliki data khusus mengenai bangunan yang masuk kategori rawan kebakaran.
Namun, setiap pengelola gedung maupun bangunan bertingkat diimbau melengkapi fasilitas keselamatan seperti APAR, hydrant, hingga jalur evakuasi.
“Kami selalu menyediakan kesempatan bagi siapapun yang ingin belajar dan mengetahui seputar langkah mitigasi dan tindakan terhadap bencana kebakaran. Bagi pengelola atau pemilik gedung atau bangunan bertingkat, pastikan adanya akses pintu darurat, dan akses kendaraan pemadam untuk bisa mencapai titik bangunan tertinggi,” ungkapnya.
Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah tanpa pengawasan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.
Apabila terjadi kondisi darurat, warga dapat menghubungi Call Center 112 atau layanan darurat Damkar Kota Malang. (rex/bua)





