Malangtrend.com – Puluhan siswa MTs Al-Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) mendapat perhatian dari Pemkab Malang, Selasa (28/10) kemarin.
Pemkab Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Malang menyalurkan bantuan makanan dan minuman terhadap 39 siswa dan guru MTs Al-Khalifah. “Bantuan yang kami salurkan terdiri dari roti, biscuit, susu, dan pocari sweat,” ujar Kepala DKP Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi kepada MALANGTREND.COM.
Ia menjelaskan, hal tersebut dalam rangka membantu siswa dan guru yang terdampak dugaan keracunan makanan, yang sempat dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, Kamis (23/10) lalu. “Penyaluran bantuan terhadap siswa dan guru yang terdampak dugaan keracunan makanan,” imbuh Mahila.
Ketua Baznas Kabupaten Malang, KH. Khoirul Hafidz Fanani menyampaikan terdapat 39 penerima manfaat. Ia juga menyampaikan bantuan yang disalurkan berupa makanan dan minuman. Diberitakan sebelumnya, 16 siswa dan dua guru MTs Al- Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, Kamis (23/10) lalu.
Mereka mengeluhkan mual, muntah, dan nyeri perut setelah mengkonsumsi MBG. Selain dilarikan ke rumah sakit milik Pemkab Malang itu, sebagian siswa juga dilarikan ke klinik terdekat. Pada perkembangannya, siswa yang mengalami gelaja serupa mencapai sekitar 35 orang. Namun, seluruhnya sudah pulih dan masuk sekolah kembali.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang telah mengirim sisa menu MBG untuk uji laboratorium di Surabaya. Pihak Dinkes memperkirakan hasi uji laboratorium keluar pada Rabu (29/10) hari ini. (mpm/mtc) @malangposcomedia