MALANGTREND.COM, MALANG – Ribuan lowongan pekerjaan dari staf hingga manajer, terbuka di Kota Malang Job Fair 2025. Acara yang bertempat di GOR Ken Arok Kota Malang itu, diramaikan 61 perusahaan dengan 2500 lowongan langsung diserbu masyarakat usai pembukaan, Rabu (29/10) pagi.
Hingga penutupan pendaftaran online pada H-1 kegiatan, lebih kurang ada 5000 pelamar yang melakukan registrasi di web Disnaker-PMPTSP Kota Malang. Agenda ini digelar selama dua hari hingga Kamis (30/10) dengan dua sesi setiap harinya.
“Kami ada dua sesi, untuk sesi pagi dan sesi siang atau sore. Kalau untuk yang pagi hari pertama 1000 orang, sore 1500. Sementara di hari kedua, kami sediakan untuk 1500 orang setiap sesi,” jelas Kepala Disnaker-PMPTSP, Arif Tri Sastyawan.
Jumlah perusahaan di tahun 2025 ini naik hingga 400 persen dari tahun 2024. Harapannya ini bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi, baik bagi pelamar maupun perusahaan pembuka lowongan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, agenda ini sebagai wujud dari program Dasa Bakti Ngalam Idrek. Ia berharap adanya job fair ini bisa mengentaskan pengangguran terdidik, yang selama ini masih di angka 7,3 persen.
“Jadi upaya yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan timeline. Terkait pengangguran terdidik ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang turut kami gencarkan. Salah satunya ada job fair seperti saat ini, untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan peluang pekerjaan,” sebutnya.
Ia menyebutkan bahwa pengangguran terbuka di Kota Malang ada tren penurunan, dari yang sebelumnya berjumlah 6,8 persen menjadi 6,1 persen. Hal ini lantaran banyak dari mereka yang membuka usaha sendiri atau menjadi content creator.
“Nanti kami akan lihat datanya apakah content creator dalam dunia kemajuan digital. Dan nanti akan kami cek apakah masuk dalam mata pencaharian kerja karena ini termasuk informal. Tapi konten kreator ini juga di dominasi dari masyarakat dengan pendidikan tinggi,” ujarnya. (rex/jon)