Terjadi di Tiga Dusun Desa Sumbersekar Kecamatan Dau, Di Kota Malang, 13 Pohon Tumbang, Timpa Dua Mobil
Malangtrend.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin di Malang Raya, Minggu (2/11) siang hingga sore berdampak parah dan nyaris makan korban. Di Kecamatan Dau Kabupaten Malang, angin puting beliung mengobrak-abrik Desa Sumbersekar. Dahsyatnya angin puting beliung mengakibatkan 80 rumah rusak di tiga dusun, meliputi Semanding, Banjartengah dan Krajan. 80 KK yang terdampak sebagian bahkan harus mengungsi ke rumah saudara dan kerabatnya.
Sementara di Kota Malang tercatat sedikitnya 13 pohon tumbang di beberapa lokasi hingga Minggu (2/11) sore kemarin. Parahnya, pohon tumbang menimpa beberapa kendaraan hingga mengalami kerusakan parah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa mengerikan ini.
BPBD Kabupaten Malang bersama pihak Desa Sumbersekar dan pihak Kecamatan Dau terus melakukan pendataan hingga tadi malam. Sementara petugas gabungan bersama relawan telah turun membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang terdampak.
Kepala Desa Sumbersekar Ririn Catur Kurniasasi mengatakan, titik awal angin puting beliung ini berlangsung di dekat Pondok Arrohmah Putri kemudian mengarah ke dusun lainnya. “Angin puting beliung dari Ponpes Arrohmah Putri kemudian berlanjut ke Dusun Semanding, lalu ke Dusun Krajan. Pusaran angin baru pecah ketika berada di Dusun Banjartengah setelah 15 menit berlangsung,”beber Ririn.
Hingga tadi malam, kondisi cuaca berangsur-angsur kondusif. Kendati demikian, petugas gabungan tetap siaga mengantisipasi potensi perubahan cuaca susulan. Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menerangkan, terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin kencang diduga pemicu cuaca ekstrem dan menimbulkan angin puting beliung.
“Tidak ada korban jiwa. Sedangkan untuk data kerusakan masih proses pendataan. Kondisi saat ini (kemarin) masih tahap assesmen,” jelas Sadono.
Pantauan Malang Posco Media di lokasi kejadian, pohon tumbang di Kota Malang yang menimpa mobil ada di Jalan Untung Suropati Utara Kecamatan Blimbing dan Jalan Raya Gadang Kecamatan Sukun. Di Gadang menimpa mobil Innova nopol N-1729-FZ dan satu bentor. Sementara di Blimbing menimpa mobil Innova Reborn nopol AG-1456-MC hingga rusak total.
Salah seorang warga sekitar, Bambang mengatakan, peristiwa pohon tumbang di Jalan Raya Gadang tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu, kondisi di kawasan tersebut sedang dilanda hujan lebat disertai angin kencang. “Hujan lebat memang tadi, kemudian beberapa saat kemudian banyak orang keluar. Waktu saya ikut keluar, ternyata ada pohon tumbang menimpa mobil sama bentor,” jelasnya.
Menurutnya pengemudi mobil selamat, karena berhasil keluar saat kejadian. Pohon yang diperkirakan setinggi 15-20 meter itu tumbang menimpa kabel telepon dan listrik sebelum ambruk menimpa bagian belakang mobil. Saat itu mobil sedang melaju dari arah Selatan ke Utara, sebelum tertimpa. Bagian belakang mobil penyok dan kaca mobil pecah.
Sementara di Jalan Untung Suropati Utara Kecamatan Blimbing kejadian hampir bersamaan. Saat itu, rombongan di mobil Innova Reborn AG-1456-MC hendak pulang dari even burung ke Blitar. “Saat iu hujan deras, kemudian terdengar ada suara keras. Saya keluar rumah posisi pohon sudah tumbang. Di dalam ada empat orang laki-laki termasuk sopir dan anak kecil, serta satu perempuan,” ujar saksi warga, Naswandi Nur kepada Malang Posco Media.
Saat itu, rombongan berhasil keluar mobil dari pintu samping. Ia menyebut semua penumpang selamat, meskipun masih syok tetapi tidak ada luka ringan maupun berat yang menimpa para penumpang mobil. “Tidak ada korban luka atau jiwa. Saat ini proses evakuasi dilakukan bersama tim DLH dan BPBD Kota Malang. Pohon yang tumbang memiliki tinggi sekitar 15 sampai 20 meter, dengan diameter pohon sekitar satu meter,” ujarnya.
Kondisi mobil diperkirakan rusak parah dengan persentase sekitar 80 hingga 90 persen. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan banyak unsur, karena para petugas terbagi di beberapa titik yang juga terjadi musibah serupa.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang Prayitno menjelaskan, ada 13 titik lokasi terdampak hujan disertai angin kencang di Kota Malang. Hujan intensitas tinggi itu, terjadi sejak pukul 13.45 WIB dan berakhir sekitar satu jam setelahnya.
“Berdasarkan laporan yang kami terima ada sebanyak 13 pohon tumbang, terdampak cuaca ekstrem. Di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Raya Gadang menyebabkan antrean kendaraan panjang, karena menutup akses jalan utama,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.
Ia mengatakan, terkait kendaraan yang terdampak pohon tumbang akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Sementara dengan jumlah kejadian yang banyak, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk proses evakuasi.
“Kami bersama dengan DLH untuk pemotongan dan evakuasi pohon. Sementara, untuk proses pengaturan lalu lintas kami juga dibantu oleh Dishub Kota Malang dan Polsek setempat,” terangnya. Hingga saat ini, pihaknya bersama dengan DLH Kota Malang masih terus melakukan asesmen. Sehingga belum ada nilai pasti dampak kerugian atas kejadian tersebut.
Prayitno juga menyampaikan, bahwa sebagai bentuk mitigasi beberapa upaya telah dan terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menginformasikan pekembangan dari cuaca secara real time kepada masyarakat.
“Kami terus melakukan pembaruan informasi cuaca ke rekan-rekan Kelurahan Tangguh (keltang) dengan harapan, agar informasi ini dapat diteruskan ke masyarakat setempat hingga ke level paling sempit. Sehingga, ini menjadi pengingat masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati, saat cuaca ekstrem seperti saat ini,” pungkasnya.(rex/den/lim)