Malangtrend.com – Kemenangan Arema FC di Stadion Haji Agus Salim kandang Semen Padang, Senin (3/11) lalu, menjadi catatan positif Singo Edan untuk menjaga rekor belum terkalahkan di kandang lawan. Di balik keberhasilan meraih poin penuh atas Kabau Sirah, beberapa catatan masih perlu diperhatikan untuk pemain Singo Edan agar semakin solid.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah barisan pertahanan Arema FC masih beberapa kali, jadi bulan-bulanan serangan tim lawan. Bahkan di pertandingan tersebut, berbagai peluang muncul dari Semen Padang dan nyaris mampu menyamakan skor.
“Babak pertama Arema sudah bermain cukup bagus. Kami berhasil mencetak dua gol. Tapi di babak kedua tim lawan (Semen Padang) bangkit dan nyaris jadi skor 2-2,” ungkap Pelatih Arema FC, Marcos Santos.
Pengakuan itu, karena selain motivasi dari tim tuan rumah, juga dari celah yang beberapa kali dimanfaatkan anak asuh Dejan Antonic. Namun, upaya tersebut berhasil diredam dengan segala upaya dari Arema FC, yang memasukkan Odivan Koerich, Rifa’i dan Balinsa.
Upaya menjaga stabilitas di barisan pertahanan dan tengah, segera dilakukan Marcos Santos untuk bisa mempertahankan keunggulan. Hal ini tentunya menjadi sebuah hal yang menjadi evaluasi, agar bek dan gelandang Singo Edan semakin kokoh, konsentrasi serta selalu fokus.
“Kami juga sempat kena penalti, meskipun kami memprotes soal itu ke wasit, tapi Arema sudah bermain bagus. Kesahalan ini harus kami perbaiki, termasuk cara bertahan, menyerang, dan mengalirkan bola,” sebutnya.
Kemenangan ini, membawa Alfarizi dkk, menduduki peringkat ke-7 untuk sementara ini. Anak asuh Marcos Santos terpaut lima poin dari runner-up BRI Super League 2025/2026, yang dihuni calon lawan Arema yakni Persija Jakarta dengan poin 20.
Hasil positif ini juga turut mengobati luka Arema FC yang harus mengalah dari sang Pemuncak Klasemen BRI Super League di kandang sendiri. Hingga pekan ke-10, Singo Edan telah mengumpulkan sebanyak 15 poin dari hasil empat kali menang, tiga kali imbang dan tiga kali kalah. (rex/jon/mtc)