Malangtrend.com – Stadion Kanjuruhan Kepanjen akhirnya bergemuruh. Hampir banyak sisi tribun kembali dipenuhi Aremania ketika laga Arema FC melawan Persija, Sabtu (8/11) lalu. Sebanyak 10.314 tiket terjual, dalam laga yang sayangnya berakhir dengan kekalahan Tim Singo Edan 1-2.
Catatan tersebut adalah yang tertinggi dari enam laga kandang Arema FC setelah comeback ke Stadion Kanjuruhan. Sebelumnya, kehadiran tertinggi ketika anak asuh Marcos Santos ini melawan Persib Bandung dengan jumlah 5400 penonton.
Sedangkan di empat laga lainnya, yakni melawan PSBS Biak, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dewa United dan Borneo FC, masih jauh di bawah itu.
Catatan apik dari home melawan Persija, kondisi juga kondusif. Sekalipun, Arema FC kalah dan sempat terjadi situasi panas jelang berakhirnya laga. Terjadi dorong-dorongan dan adu mulut, baik antar pemain dan official kedua tim, yang membuat laga terhenti nyaris 10 menit. Wasit Yudi Nurcahya pun mencabut tiga kartu merah karena insiden panas tersebut.
“Terima kasih Aremania. Pertandingan menghadapi Persija adalah bukti bahwa kita sudah berada di jalan yang lebih baik dalam mendukung klub kebanggaan kita (Arema FC). Panasnya duel kedua tim yang berada di dalam lapangan, tetap membuat kita berdiri sebagai suporter yang bersikap bijak dan dewasa dalam mendukung Arema FC dari dalam maupun luar stadion. Kita jaga rumah kita dengan penuh cinta, Kanjuruhan aman, nyaman untuk kita semua. Salam Satu Jiwa,” tulis akun official Instagram Arema FC @aremafcofficial.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, keberhasilan pengamanan ini menjadi hasil kerja sama semua pihak. Dengan rekor baru ini, laga Arema FC vs Persija tak hanya menghadirkan tontonan seru, tapi juga menjadi momentum kebangkitan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pertandingan besar di Stadion Kanjuruhan yang aman, tertib, dan penuh semangat sportivitas.
“Total 10.314 penonton hadir dengan tertib. Ini bukti bahwa koordinasi, kedisiplinan, dan sinergi seluruh elemen pengamanan berjalan sangat baik,” katanya.
Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengatakan, seluruh personel telah disiapkan secara matang agar pertandingan berjalan aman dan tertib. “Alhamdulillah, pertandingan berjalan aman, lancar dan penuh sportivitas. Antusiasme penonton luar biasa, ini rekor tertinggi setelah renovasi Stadion Kanjuruhan,” ujar Danang.
Ia menjelaskan, selain pengamanan di dalam stadion, Polres Malang juga membentuk tim khusus untuk mensterilkan area luar stadion dari potensi gangguan keamanan. Termasuk antisipasi peredaran miras dan tindak kejahatan jalanan.
“Kami ingin memastikan seluruh area, baik di dalam maupun luar stadion, benar-benar steril dari potensi yang bisa memicu gangguan keamanan. Tujuannya agar masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan rasa aman,” tegasnya. (ley/jon/mtc)