Gebyar Inocha 2025 Warnai Rangkaian HUT ke-46 RSSA
Malangtrend.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakar melalui program Inovasi Civitas Hospitalia (Inocha) tahun 2025 . Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan efisiensi dan percepatan layanan di rumah sakit yang setiap harinya melayani ribuan pasien
Direktur RSSA Malang, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk(K), FINACS, FICS, MMRS menyampaikan bahwa inovasi adalah kunci bagi sebuah institusi untuk bertahan dalam memberikan pelayanan yang terbaik.
“Inovasi itu kan upaya sebuah institusi untuk survive agar pelayanan RSSA Malang yang satu hari melayani 1.500 pasien itu bisa lebih cepat dan memuaskan. Maka inovasi kami fokuskan pada efisiensi dan percepatan pelayanan,” ujar Bachtiar usai membuka Gebyar Inocha Tahun 2025 dalam rangka HUT ke 46 Tahun RSSA Malang, Selasa (11/11).
Dalam pelaksanaannya, RSSA telah melakukan seleksi berjenjang terhadap inovasi yang ada di Gebyar Inocha tersebut. Dari awalnya terdapat 71 inovasi dari berbagai satuan kerja di RSSA Malang, kemudian mengerucut menjadi 66 inovasi dan terpilih menjadi 20 finalis yang terbaik.
Inovasi yang muncul pun sangat menarik. Mulai dari inovasi berupa aplikasi layanan antrean, inovasi pencarian dokumen cepat, hingga inovasi layanan yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI)
Untuk mendorong munculnya banyak inovasi tersebut, RSSA telah membentuk unit khusus bernama Inocha yang bertugas mengelola dan memacu tiap satuan kerja serta individu pegawai menciptakan inovasi. Dengan adanya unit ini, inovasi tidak lagi muncul hanya ketika ada lomba atau permintaan khusus.
“Sekarang kami sudah punya inovasi secara struktural. Jadi ketika ada lomba, tinggal ambil. Tapi ini bukan hanya untuk lomba, melainkan benar-benar diterapkan di lapangan dan berdampak langsung ke masyarakat,” tambahnya.
Program Inocha diharapkan mampu memperkuat budaya inovatif di lingkungan RSSA Malang dan memastikan pelayanan publik yang semakin cepat, efisien, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sementara itu Mohammad Yoto, Sekretaris Dinas Kesehatan Jatim menyampaikan Gebyar Inocha sebuah tuntutan dan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Apalagi saat ini rumah sakit di Jatim terus didorong untuk menuju Jatim World Class Hospital Collaboration.
“Sekaligus rumah sakit Go Internasional dan memiliki daya saing dalam pengelolaan untuk pelayanan kepada masyarakat. Saya tadi diajak keliling oleh pak Direktur, itu luar biasa saya kira yang sudah masuk finalis dan lima besar. Bagi kami, memandang seluruh inovasi itu sudah juara,” ujar Yoto. (/ian/has/mtc)