Perbaikan Dianggarkan Rp 14,9 M, Tempat Relokasi Pedagang
Mulai Dibangun
Malangtrend.com – Jalan rusak yang membentang di sepanjang Pasar Induk Gadang Kota Malang semakin parah, seiring musim hujan turun. Perbaikan jalan tidak dapat dilakukan segera karena baru akan diperbaiki pada 2026. Setelah sebelumnya sempat terancam gagal akibat turunnya dana transfer dari pusat, Pemkot Malang akhirnya mendapatkan alokasi anggaran perbaikan jalan tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang infrastruktur jalan dari pusat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai rapat paripurna Ranperda APBD 2026, di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (12/11). “Untuk Pasar Induk Gadang itu anggarannya Rp 14,9 Miliar. Jadi itu ada dua, yaitu Rp 12,9 Miliar untuk di jalan utamanya, sisanya itu untuk jalan sirip-sirip yang masuk,” ungkap Wahyu kepada Malang Posco Media, Rabu (12/11).
Rencana perbaikan jalan rusak di pasar tersebut, sejatinya sudah direncakan oleh Pemkot Malang sejak 2024 lalu. Namun pelaksanaannya tertunda akibat adanya efisiensi anggaran yang membuat alokasi DAK ditarik.
Perbaikan jalan di pasar tersebut akan menggunakan sistem pengecoran beton agar lebih kuat. Hal itu juga dilakukan karena menyesuaikan karakteristik lingkungan sekitar. Jika hanya aspal, dikhawatirkan bisa rusak lagi. Dengan tersedianya alokasi anggaran di DAK, maka pada tahun 2026 nanti perbaikan bisa segera dilakukan. Untuk mengurai macet, maka lebar jalan akan disesuaikan dengan yang seharusnya, yakni seperti lebar jalan di Jalan Rajasa.
“Kalau jalannya, nanti kami jadi dua jalur, malah nanti dikasih median tengahnya. Mirip sama jalan Rajasa, jadi menyambung,” tegas dia.
Lapak pedagang yang ada di sisi sebelah selatan, saat ini juga tengah dilakukan relokasi. Diharapkan ketika relokasi rampung, maka lebar jalannya bisa sesuai dengan lebar rumija (ruang milik jalan) yang semestinya. “Dari kementerian PU itu mengapresiasi karena para pedagang bisa masuk (direlokasi), akhirnya bisa mendapat DAK jalan ini. Dari batas pagar kiri sampai kanan, total 30 meter rumija-nya,” tutupnya.
Demikian juga dengan rencana revitalisasi Pasar Gadang juga sudah mulai dilaksanakan Pemkot Malang. Proyek dengan tujuan pengembalian fungsi utama Jembatan Gadang dan jalan depan pasar sebagai jalan umum, sudah dimulai dengan pembangunan pasar sementara dan pembongkaran bagian pasar lama.
Kadiskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menjelaskan, di kawasan belakang sisi Selatan Pasar Gadang, telah berdiri beberapa kios bangunan sementara. “Saat ini sudah mulai kami laksanakan untuk proses revitalisasi. Targer untuk pembangunan pasar sementara, pemindahan pedagang, hingga proses pembongkaran paling tidak selesai 2-3 bulan ke depan, atau di trimester pertama 2026,” bebernya.
Setelah itu, proses pembangunan Pasar Gadang yang baru akan segera dilakukan. Sehingga pedagang yang saat ini terlihat mepet dengan jalan utama, bisa bergeser ke dalam pasar dan lebih tertata. “Untuk progres pembangunan pasar sementara mungkin sudah sekitar 15 persen. Dan Pemkot Malang dibantu untuk pembangunan pasar sementara, hingga penataan pedagang yang menempai dilaukan swadaya para pedagang dan paguyuban pedagang Pasar Besar, dan tidak menggunakan APBD,” jelas Eko.
Ia juga menjelaskan, beberapa titik sudah dipasang tiang pancang dan proses pembangunan pondasi. Namun, proses pembangunan diupayakan tidak mengganggu aktivitas niaga di pasar tersebut secara signifikan. Mantan Sekretaris Disporapar Kota Malang ini menyebutkan, bahwa Pemkot Malang berusaha mengembalikan fungsi jalan umum di kawasan Pasar Gadang. Hal ini dalam rangka membantu memecah kemacetan, melalui fungsi akses jalan yang luas dan bebas. “Ini selain untuk mendukung penataan para pedagang Pasar Induk Gadang, juga membebaskan akses jalan. Hal ini agar potensi kemacetan di kawasan tersebut bisa terurai, dan fungsi jalan bisa lebih optimal,” tandasnya. (ian/rex/udi/mtc)